Macet Horor Pelabuhan Tanjung Priok Tak Terulang Tahun Ini, Pramono: Kami Berikan Lahan Parkir 5 Hektare

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim kemacetan panjang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok usai Lebaran tahun ini tidak kembali terulang.

Kondisi tersebut disebut berbeda dibandingkan pertengahan April 2025, ketika lonjakan aktivitas bongkar muat memicu antrean truk mengular hingga menyebabkan kemacetan parah.

Pramono menyebut, perbaikan situasi ini merupakan hasil langkah antisipatif yang telah disiapkan sejak jauh hari, salah satunya dengan menyediakan lahan parkir khusus untuk truk dan kontainer.

"Belajar dari pengalaman setelah lebaran yang lalu ketika terjadi kemacetan horor di Tanjung Priok, maka pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Pelindo, tanpa teman-teman sadari dan tahu, kami bekerja sama, dan pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang kepada Pelindo kurang lebih 5 hektar di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkirnya," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 31 Maret.

Menurut Pramono, ketiadaan ruang parkir pada aktivitas bongkar muat setelah Lebaran tahun lalu menjadi salah satu pemicu utama kemacetan. Lonjakan aktivitas di pelabuhan tidak diimbangi dengan kapasitas penampungan kendaraan logistik.

"Hal ini supaya tidak seperti yang lalu, karena ada kenaikan aktivitas di pelabuhan, sementara tempat parkirnya tidak ada dan kemudian menyebabkan kemacetan horor seperti tahun yang lalu," ungkap Pramono.

Mantan Sekretaris Kabinet itu memastikan, pasca-Lebaran tahun ini, aktivitas di kawasan pelabuhan berjalan lebih terkendali. Lahan parkir yang disiapkan mampu menampung ratusan kontainer sehingga mengurangi antrean di jalan.

"Alhamdulillah sampai hari ini, sampai sekarang ini setelah lebaran Idulfitri, aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal karena di tempat itu kurang lebih bisa menampung 200 kontainer," ucap dia.

Lebih lanjut, Pemprov DKI juga tidak memungut biaya atas penggunaan lahan tersebut. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan potensi kerugian yang jauh lebih besar jika kemacetan kembali terjadi.

"Untuk itu kami juga menggratiskan kepada Pelindo karena memang biaya kalau kemudian harus ada kemacetan yang seperti tahun lalu itu cost nya terlalu tinggi sekali," imbuhnya.