Benarkah Sering Minum Manis Memperpendek Umur? Begini Penjelasan Menurut Ahli

YOGYAKARTA - Kebiasaan dalam mengonsumsi minuman manis ternyata tidak hanya memberikan dampak pada berat badan, tetapi juga dapat memengaruhi usia harapan hidup seseorang. Sebuah penelitian terbaru menyimpulkan bahwa minuman dengan pemanis gula atau sugar-sweetened beverages (SSB) berhubungan dengan peningkatan risiko kematian karena penyakit kronis, misalnya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Penjelasan mengenai hal tersebut akan menjawab pertanyaan, benarkah sering minum manis memperpendek umur.

Para ahli menjelaskan, konsumsi minuman tersebut secara berlebihan dapat memicu berbagai gangguan metabolisme yang memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan.

Konsumsi minuman manis dekat dengan risiko kematian dini

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menjelaskan bahwa konsumsi minuman manis memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kasus penyakit kronis di dunia.

Dalam studi tersebut, peneliti memperkirakan bahwa jutaan kasus diabetes tipe 2 dan penyakit jantung setiap tahunnya berhubungan dengan konsumsi minuman yang mengandung pemanis gula.

Ahli jantung preventif, Adedapo Iluyomade, MD mengungkapkan, minuman ini mencakup berbagai jenis, antara lain soda, minuman rasa buah, minuman energi, hingga minuman tradisional dengan tambahan gula.

“Minuman berpemanis gula dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular melalui berbagai mekanisme langsung maupun tidak langsung,” ungkapnya seperti yang dikutip dari laman Prevention.

Efek lonjakan gula dalam tubuh

Salah satu alasan utama dari minuman manis berbahaya yaitu efeknya terhadap kadar gula darah.

Menurut Iluyomade, gula dalam bentuk cair diserap tubuh dalam waktu yang sangat cepat, sehingga terjadi lonjakan glukosa dan insulin dalam waktu singkat.

“Penyerapan gula yang cepat menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin, yang mendorong penumpukan lemak viseral dan resistensi insulin,” katanya.

Kondisi ini menjadikan tubuh lebih mudah menyimpan lemak, khususnya di area perut, sekaligus menambah risiko peningkatan diabetes.

Seiring waktu, kondisi tersebut juga dapat memicu tekanan darah tinggi, peradangan kronis, dan kolesterol tinggi, yang semuanya menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.

Konsumsi berlebihan menggantikan asupan yang lebih sehat

Selain dampak langsung, minuman manis juga memberikan efek tidak langsung terhadap kesehatan. Menurut ahli gizi Melissa Mroz-Planells, D.C.N., R.D.N., konsumsi minuman tinggi gula kerap kali menggantikan pilihan yang lebih sehat.

“Segala jenis gula tambahan dalam makanan atau minuman sebaiknya dibatasi,” imbau Mroz-Planells.

Ketika Anda terlalu sering mengonsumsi minuman manis, Anda cenderung mengurangi konsumsi air putih atau minuman bernutrisi lainnya. Pada akhirnya, hal ini dapat memperburuk kualitas pola makan secara keseluruhan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Batasi konsumsi untuk menjaga kesehatan jangka panjang

Para ahli juga menyarankan agar tidak mengonsumsi minuman berpemanis gula setiap hari.

“Bagi kebanyakan orang, sebaiknya kurang dari satu porsi per minggu, terutama jika diimbangi dengan pola makan sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Mroz-Planells menyarankan untuk mulai mengurangi konsumsi secara bertahap, contohnya dengan mengganti minuman manis dengan air putih atau air soda tanpa gula yang sudah dikombinasikan dengan buah segar.

Langkah tersebut dinilai efektif membantu tubuh untuk beradaptasi sekaligus mengurangi kecanduan terhadap rasa manis.

Kesadaran gaya hidup sehat sebagai langkah utama

Meski penelitian tersebut bersifat observasional dan belum membuktikan sepenuhnya hubungan sebab-akibat secara langsung, temuan tersebut memperkuat bukti bahwa gaya hidup mempunyai peran besar terhadap kesehatan.

Kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi minuman yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar untuk waktu jangka panjang. Dengan mengurangi konsumsi minuman manis dan menggantinya dengan pilihan minuman yang lebih sehat, risiko penyakit kronis pun dapat dikurangi.

Demikian ulasan benarkah sering minum manis memperpendek umur menurut penelitian. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.