Arus Balik Lebaran Bergerak Bertahap, 71 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Bali

JAKARTA – Arus balik pasca Idulfitri di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk terus bergerak secara bertahap. Hingga periode 22–25 Maret 2026, sekitar 71 persen kendaraan tercatat belum kembali ke Bali, sehingga pergerakan arus balik masih relatif terkendali tanpa kepadatan berarti.

Data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan sebanyak 47.945 unit kendaraan telah kembali ke Bali atau sekitar 29 persen dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Jawa. Sementara itu, sebanyak 71 persen atau 117.367 unit kendaraan masih belum melakukan perjalanan balik, mencerminkan distribusi arus balik yang tidak terpusat pada satu waktu.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano mengatakan kondisi ini tidak terlepas dari kesiapan operasional yang diperkuat sejak awal masa Angkutan Lebaran. Distribusi kendaraan yang tidak terkonsentrasi pada satu waktu menjadi kunci menjaga kelancaran di pelabuhan.

“Kami memastikan layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap optimal dalam mengantisipasi arus balik. Pergerakan yang bertahap ini membantu menjaga ritme operasional tetap stabil,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Maret.

Di lapangan, pengaturan kendaraan dilakukan secara disiplin dengan dukungan buffer zone serta penguatan manajemen lalu lintas. General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menegaskan bahwa skema operasional dijalankan secara adaptif untuk mencegah penumpukan kendaraan.

“Seluruh skema operasional dijalankan adaptif, termasuk optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir tanpa penumpukan,” ujar Arief.

Meski arus balik masih terjaga, ASDP mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dan menghindari puncak arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026. Imbauan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran mobilitas, khususnya di kawasan Jawa Timur dan Bali, termasuk saat momentum Lebaran Ketupat yang berpotensi meningkatkan pergerakan masyarakat.

Sementara itu, kinerja layanan penyeberangan menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Posko per 25 Maret 2026 (H+3), tercatat 223 trip kapal melayani lintasan Jawa–Bali dengan jumlah penumpang mencapai 44.898 orang atau meningkat 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan signifikan terlihat pada kendaraan roda dua yang mencapai 8.691 unit atau tumbuh 24,1 persen. Kendaraan logistik berupa truk juga meningkat menjadi 921 unit atau naik 18,7 persen.

Adapun kendaraan roda empat tercatat 4.644 unit dan bus sebanyak 302 unit, sehingga total kendaraan yang menyeberang mencapai 14.558 unit atau meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+3, total penumpang mencapai 375.617 orang atau naik 0,8 persen, dengan total kendaraan sebanyak 91.919 unit atau meningkat 5,5 persen. Kondisi ini menunjukkan arus balik yang tetap dinamis namun terkendali berkat penguatan kapasitas layanan dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelancaran layanan dengan pendekatan operasional yang responsif. Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan secara matang dan mengikuti arahan petugas guna memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat hingga tujuan.