Pakistan Tepis Klaim Afghanistan soal Serangan ke Pusat Rehabilitasi Narkoba
JAKARTA - Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan membantah klaim otoritas Afghanistan tentang serangan terhadap pusat rehabilitasi narkoba di negara itu.
"Serangan Pakistan dilakukan dengan tepat dan direncanakan dengan cermat untuk meminimalkan kerusakan tambahan," demikian pernyataan Pakistan dilansir ANTARA dari Sputnik, Selasa, 17 Maret.
"Distorsi fakta ini, yang disajikan sebagai serangan terhadap pusat rehabilitasi narkoba, bertujuan untuk memicu ketegangan dan menyembunyikan dukungan ilegal terhadap terorisme lintas batas," imbuh mereka.
Serangan presisi tersebut, kata mereka, dilakukan terhadap sasaran militer dan infrastruktur pendukung teroris, termasuk gudang berisi peralatan teknis dan amunisi milik Taliban Afghanistan dan Fitna al-Khawarij di Kabul dan Nangarhar, yang telah digunakan untuk melawan penduduk sipil Pakistan, imbuh pihak berwenang.
"Ledakan amunisi yang disimpan dan digunakan oleh para pelaku teroris utama juga sepenuhnya membantah klaim palsu ini," imbuh pernyataan itu.
Baca juga:
Pada Senin malam, TOLOnews plus melaporkan ledakan dan tembakan terdengar di berbagai bagian Kabul.
Juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sementara itu, wakil juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Hamdullah Fitrat, mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Pakistan terhadap Afghanistan telah mencapai 400 orang, dengan 250 lainnya luka-luka.