Legislator Golkar Prihatin Andrie Yunus Disiram Air Keras: Jika Pemerintah Bisa Temukan Pelakunya, itu Jadi Preseden Baik Bagi Demokrasi
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinan terkait penyiraman air keras oleh orang tak dikenal yang dialami Wakil Koordinator Bidang Eksternal Kontras, Andrie Yunus. Menurutnya, pemerintah harus mencari pelaku dan memberikan sanksi hukum agar menjadi preseden yang baik bagi demokrasi.
Hetifah menilai, kekerasan pada aktivis dan jurnalis sebagai jembatan suara antara pemerintah dan masyarakat tidak bisa ditolerir. Ia menegaskan pemerintah seharusnya mampu melindungi masyarakat dari upaya upaya pembungkaman.
"Tentu saja kami merasa prihatin dengan peristiwa tersebut, karena sebagai seorang aktivis dan juga tentu saja siapapun, jurnalis, yang merupakan jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, seharusnya dilindungi. Karena masyarakat juga tentu saja ingin ada suara-suara mereka itu bisa didengar dan dipertimbangkan dengan cara serius untuk menjadi kebijakan yang lebih bisa mencerminkan harapan-harapan mereka," ujar Hetifah kepada wartawan di Jakarta, Senin, 16 Maret.
Hetifah tidak mau berspekulasi lebih jauh terkait peristiwa ini mengindikasikan jika negara tidak aman terhadap pengkritik pemerintah. Namun setidaknya, kata dia, kasus ini menandakan kebebasan berpendapat harus dilindungi sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang.
"Ya setidaknya dari kasus ini kan kita melihat ya, pertama mungkin akan membungkam atau membuat orang menjadi ragu-ragu untuk bisa menyampaikan suara dan pandangan-pandangannya. Karena khawatir akan akibatnya. Jadi saya kira kebebasan berpendapat itu merupakan salah satu hal yang harus kita jaga," jelas Ketua Komisi X DPR itu.
Karena itu, Hetifah menegaskan pemerintah harus mencari pelaku dan aktor intelektual dibalik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, serta memberikan sanksi hukum yang berat. Menurutnya, jika pemerintah mampu melakukan hal tersebut maka akan menjadi preseden baik bagi demokrasi di Indonesia.
"Dan peristiwa ini siapapun pelakunya tentu pemerintah patut atau wajib untuk mencari ya siapa pelakunya ya. Karena kalau kita sudah bisa menemukan pelakunya dan juga memberikan sanksi yang sesuai, itu akan menjadi salah satu preseden baik bagi proses demokrasi di Indonesia," tegas Waketum DPP Partai Golkar itu.
Baca juga:
Apalagi, sambung Hetifah, kasus penyiraman air keras terhadap aktivis atau tokoh vokal terus terjadi. Sehingga diharapkan negara tidak abai terhadap keamanan dan keselamatan warganya.
"Kita ingin agar kasus-kasus ini tidak terjadi di masa depan, kita harus memastikan negara ikut secara serius melakukan investigasi dan sekaligus juga memberikan sanksi yang tegas agar terjadi efek jera," kata Hetifah.
"Prinsipnya kita ingin setiap warga negara itu merasa aman dan terlindungi. Siapapun dia, apapun profesinya. Seorang guru juga tidak boleh dikriminalisasi ya kan? Jadi seorang aktivis, jurnalis juga seperti itu. Itu intinya negara itu memberikan perlindungan," pungkas Legislator dari Dapil Kalimantan Timur tersebut.