Menlu Wang Yi: Eropa Mitra Penting bagi Modernisasi China
JAKARTA - Pemerintah China menegaskan posisinya sebagai mitra bagi negara-negara Eropa, bukan sebagai kompetitor dalam hubungan internasional.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan Eropa merupakan salah satu kekuatan penting dalam tatanan dunia multipolar serta memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas internasional.
“Kami selalu berpendapat bahwa Eropa adalah kutub yang sewajarnya dalam tatanan multipolar. Eropa merupakan kekuatan penting yang menjaga stabilitas tatanan internasional sekaligus mitra kunci dalam mewujudkan modernisasi ala China,” kata Wang Yi dalam konferensi pers mengenai kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China di Beijing, Antara, Minggu, 8 Maret.
Menurut Wang Yi, hubungan China dan Eropa dapat berkembang secara stabil apabila negara-negara Eropa memiliki pemahaman yang tepat terhadap China.
Ia juga menyebut semakin banyak kalangan di Eropa yang memandang China secara lebih objektif dan positif, terutama generasi muda.
“Kami mencatat bahwa semakin banyak kalangan di Eropa yang menyadari bahwa China bukanlah pesaing, melainkan mitra global, khususnya generasi muda yang memandang China dengan lebih objektif dan lebih positif,” ujarnya.
Wang Yi menambahkan bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan antara China dan Eropa pada dasarnya bersifat saling melengkapi.
Menurut dia, kerja sama tersebut berpotensi mencapai keseimbangan yang dinamis seiring dengan proses pembangunan masing-masing pihak.
“Fakta kerja sama China-Eropa menunjukkan bahwa saling ketergantungan bukanlah risiko, pertautan kepentingan bukanlah ancaman, kerja sama terbuka tidak akan merusak keamanan ekonomi, sedangkan membangun tembok dan hambatan hanya akan mengisolasi diri sendiri,” katanya.
Ia juga menyatakan China menyambut baik kehadiran negara-negara Eropa untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan meningkatkan daya saing di pasar China.
Hubungan China dan Eropa juga tercermin dari sejumlah kunjungan pemimpin negara Eropa ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.
Beberapa di antaranya adalah Kanselir Jerman Friedrich Merz pada 25–26 Februari 2026, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada 28–31 Januari 2026, serta Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo pada 24–29 Januari 2026.
Baca juga:
- Marak Pengemis di Tanjung Priok dan Kelapa Gading, Satpol PP Lakukan Penertiban
- Polisi Tangkap Anggota Satpol PP Madiun Tipu Janjikan Masuk Taruna PPI, Korban Rugi Rp150 Juta
- Jumlah WNI Eks Sindikat Online Scam di Kamboja yang Kembali ke Tanah Air Meningkat Sepekan Terakhir
- Satres Narkoba Palu Tangkap Pria dengan Dua Kilogram Sabu, Bakal Usut Jaringan Narkoba
Selain itu, Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin juga berkunjung pada 4–8 Januari 2026. Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Beijing pada 3–5 Desember 2025, serta Raja Spanyol Felipe VI pada 10–13 November 2025.