Awas Macet, Ada Pengalihan Lalin di Tol Padang–Sicincin imbas Pemasangan Erection Girder

JAKARTA - Pengguna jalan tol yang kerap melintasi ruas Tol Padang–Sicincin diminta bersiap.

Pasalnya, PT Hutama Karya (Persero) akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di KM 18+998 guna mengakomodasi pemasangan balik jembatan (erection girder) pada proyek Interchange Lubuk Alung di ruas tol tersebut.

Adanya kegiatan tersebut diprediksi akan mengubah pola perjalanan masyarakat dari dan menuju Gerbang Tol Padang serta Kapalo Hilalang, terutama pada jam produktif pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Pekerjaan teknis pemasangan girder merupakan fase krusial dalam pembangunan Interchange Lubuk Alung.

Mengingat risiko alat berat dan beban material yang melintas di atas badan jalan, perseroan memutuskan untuk melakukan pengalihan arus guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

Vice President (VP) Komunikasi Korporat Hutama Karya Rizki Dana menegaskan, koordinasi lintas sektoral telah dilakukan untuk meminimalisir kekacauan di lapangan.

"Rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung. Kami telah berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Sumbar, Satlantas Polres Padang Pariaman, BPJN hingga Dinas Perhubungan," ujar Rizki dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 2 Maret.

Selama periode pekerjaan pada 2-3 Maret tersebut, terdapat dua skema utama yang wajib diperhatikan pengendara:

- Dari Gerbang Tol (GT) Kapalo Hilalang menuju Padang: Pengendara akan diarahkan melalui jalur detour (jalur sementara) yang telah disiapkan di sisi jalan eksisting pada KM 18+998.

- Dari GT Padang menuju Kapalo Hilalang: Arus lalu lintas akan dialihkan sepenuhnya keluar menuju Jalan Nasional.

Hutama Karya mengeklaim, jalur detour telah dilengkapi dengan rambu, marka dan penerangan memadai. Meski begitu, kepadatan di titik keluar tol menuju jalan nasional diprediksi tetap akan terjadi.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami mengimbau pengguna jalan agar mengurangi kecepatan di sekitar lokasi pekerjaan, menjaga jarak aman dan mematuhi arahan petugas," terangnya.

Untuk diketahui, Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin memiliki panjang 36 kilometer yang telah beroperasi sejak 28 Mei 2025 dan menjadi penghubung utama di Sumatera Barat.

Kehadiran interchange, termasuk Interchange Lubuk Alung diharapkan semakin memperkuat aksesibilitas kawasan serta memangkas waktu tempuh perjalanan dari sekitar 1,5 jam melalui jalur nasional menjadi sekitar 30 menit lewat jalan tol.