Ketahui Gejala Hipoglikemia pada Anak Lengkap dengan Penyebab dan Cara Mengatasinya
YOGYAKARTA – Gejala hipoglikemia pada anak perlu diketahui, sebab kondisi ini bisa berdampak serius pada kesehatan, terutama pada anak dengan diabetes tipe 1.
Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah berada di bawah batas normal. Padahal, glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak dan tubuh untuk berfungsi secara optimal.
Secara umum, kadar gula darah normal berkisar antara 70–140 mg/dL, tergantung waktu makan, aktivitas, serta kondisi kesehatan anak. Jika kadar gula turun di bawah batas tersebut, anak dapat mengalami berbagai keluhan yang memerlukan penanganan cepat.
Mengenal Apa Itu Hipoglikemia pada Anak
Dikutip dari laman Stanford Medicine Children’s Health, hipoglikemia adalah kondisi medis ketika kadar gula darah terlalu rendah. Kondisi ini paling sering dialami oleh anak dengan diabetes tipe 1 akibat kelebihan insulin, yang dikenal sebagai reaksi insulin. Meski begitu, hipoglikemia juga dapat terjadi pada anak tanpa diabetes karena faktor tertentu.
Pada bayi dan anak kecil dengan diabetes, target kadar gula darah bisa berbeda dibandingkan anak yang lebih besar. Oleh sebab itu, penting untuk mengikuti anjuran dokter mengenai batas aman gula darah pada anak.
Baca juga:
Gejala Hipoglikemia pada Anak
Gejala hipoglikemia bisa berbeda-beda pada setiap anak. Akan tetapi, ada beberapa gejala yang sering muncul, di antaranya:
- Gemetar
- Pusing
- Berkeringat dingin
- Lapar berlebihan
- Sakit kepala
- Mudah marah atau rewel
- Kulit tampak pucat
- Perubahan suasana hati secara tiba-tiba
- Gerakan tubuh canggung atau tidak terkoordinasi
- Sulit berkonsentrasi
- Kebingungan
- Kesemutan di sekitar mulut
- Kejang
- Mimpi buruk dan kebingungan saat bangun tidur
Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia berat dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Karena gejalanya bisa menyerupai kondisi lain, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Penyebab Hipoglikemia pada Anak
Pada anak dengan diabetes tipe 1, hipoglikemia bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain:
- Dosis insulin atau obat diabetes yang terlalu tinggi
- Terlambat atau melewatkan waktu makan
- Asupan makanan yang tidak cukup
- Aktivitas fisik berlebihan
- Diare atau muntah
- Stres emosional atau infeksi
Sementara pada anak tanpa diabetes, hipoglikemia bisa terjadi karena:
- Puasa terlalu lama
- Olahraga berat tanpa asupan cukup
- Konsumsi obat tertentu
- Gangguan kelenjar adrenal
- Hiperinsulinisme (produksi insulin berlebihan)
- Tumor pankreas penghasil insulin (insulinoma)
- Kelainan metabolisme bawaan
Cara Mengatasi Hipoglikemia pada Anak
Penanganan hipoglikemia bertujuan untuk segera menaikkan kadar gula darah ke batas aman. Jika anak sadar dan dapat menelan, berikan makanan atau minuman manis seperti:
- Jus jeruk
- Permen keras
- Olesan gula kue (icing)
- Tablet glukosa
Hindari makanan tinggi protein seperti susu atau kacang-kacangan untuk penanganan awal karena dapat memperlambat peningkatan gula darah.
Selanjutnya, periksa kembali gula darah setiap 15–20 menit hingga mencapai lebih dari 100 mg/dL.
Untuk kondisi berat, dokter dapat meresepkan glukagon, obat yang membantu melepaskan cadangan glukosa dalam tubuh. Glukagon tersedia dalam bentuk suntikan maupun semprot hidung dan penting disediakan sebagai obat darurat di rumah maupun sekolah.
Demikian informasi tentang gejala hipoglikemia pada anak. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.