Cetak Pemimpin Masa Depan, Saraswati Fellowship Luluskan 30 Perempuan Muda di Batch 1
JAKARTA – Gerakan kepemimpinan perempuan di Indonesia memasuki babak baru. Saraswati Fellowship, program mentorship yang digagas oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, resmi menggelar prosesi kelulusan (Graduation) Batch 1 pada Minggu (22/2) di Jakarta.
Momentum ini menandai lahirnya 30 fellows pertama yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian program kepemimpinan intensif selama tiga bulan.
Sinergi Tokoh Nasional dan Pemimpin Industri
Acara ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor. Sejumlah Super Mentors dan tokoh nasional turut hadir memberikan dukungan, di antaranya:
- Shinta Kamdani (CEO Sintesa Group & Chairwoman APINDO) sebagai Keynote Speaker.
- Dony Oskaria (Kepala BP BUMN) yang menyampaikan Closing Speech.
- Moon Nguyet Phillips (Global Brand Woman Leader) dan Ferry Malvinas (Partner BCG) sebagai panelis.
Hadir pula perwakilan dari kementerian, direksi BUMN, hingga pimpinan organisasi nirlaba yang mempertegas pentingnya akses inklusif bagi perempuan di ranah profesional.
Baca juga:
Menjawab Kebutuhan "Visual Reference" Pemimpin Perempuan
Dalam sambutannya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo—atau yang akrab disapa Sara—menegaskan bahwa program ini adalah respon nyata terhadap terbatasnya akses pengembangan diri bagi perempuan muda.
“Generasi penerus kita membutuhkan visual reference yang memberikan mereka wujud konkret bahwa perempuan bisa. Saraswati Fellowship hadir untuk mempersiapkan lebih banyak lagi sosok tersebut,” ujar Sara yang juga merupakan pimpinan perempuan di DPR-RI.
Senada dengan hal tersebut, Dony Oskaria menyebut kegiatan ini sebagai simbol optimisme. Menurutnya, peran perempuan sangat krusial bukan hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam membangun bangsa.
Museum Nasional: Saksi Lahirnya Arsitek Peradaban
Pemilihan Museum Nasional sebagai lokasi acara dinilai memiliki makna filosofis yang mendalam. Shinta Kamdani menyebut para lulusan sebagai "calon arsitek peradaban baru".
“Di tempat ini sejarah sedang dibentuk. Kita merayakan hadirnya 30 perempuan yang ke depannya akan terlibat aktif dalam berbagai pengambilan keputusan penting di Indonesia,” ungkap Shinta.
Sejak dibuka pada Juli 2025, program ini menarik lebih dari 400 pendaftar dari seluruh Indonesia. Berikut adalah komposisi 30 lulusan terpilih:
- 15 Mahasiswi Tingkat Akhir.
- 15 Perempuan Mid-Career.
- Representasi Luas: Mencakup 11 sektor industri dan 14 jurusan akademik yang berbeda.
Membangun Ekosistem Berkelanjutan
Sara menjelaskan bahwa keberhasilan Batch 1 hanyalah langkah awal. Fokus utama program ini adalah membekali peserta dengan soft skills dan ilmu praktis yang seringkali tidak didapatkan di pendidikan formal.
“Saraswati Fellowship tidak berhenti di sini. Kami sedang bersiap untuk Batch 2. Harapannya, program ini bisa terus scale up dan memberikan dampak yang lebih luas bagi ekosistem kepemimpinan perempuan di Indonesia,” tutup Sara.