Kenikmatan Seks Berkurang karena Pakai Kondom? Ini Fakta Sebenarnya

JAKARTA - Penggunaan kondom kerap dikaitkan dengan anggapan berkurangnya kenikmatan saat berhubungan seksual. Tidak sedikit pasangan suami istri yang merasa penggunaan kondom membuat sensasi menjadi berbeda sehingga dianggap mengganggu momen intim.

Namun, pandangan tersebut dinilai tidak sepenuhnya tepat. Clinical Training Manager DKT Indonesia, dr. Erika menjelaskan, penggunaan kondom tidak mengurangi kepuasan dalam hubungan seksual.

"Pakai kondom enggak enak, itu anggapan yang sering muncul. Padahal dalam kenikmatan seksual pasangan suami istri, yang paling penting itu skill-nya pasangan," ujarnya dalam kampanye "MAU KALO PAKE KONDOM" dari Sutra di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Menurut dr. Erika, kenikmatan seksual dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari komunikasi antar pasangan, kualitas foreplay, variasi stimulasi, hingga durasi hubungan dari awal hingga mencapai klimaks.

Ia menekankan kondom seharusnya tidak diposisikan sebagai penghalang, melainkan sebagai alat pendukung. Rasa aman yang diberikan justru memungkinkan pasangan lebih rileks dan terbuka untuk mengeksplorasi hubungan intim tanpa kekhawatiran berlebih.

"Kalau dilihat, kenikmatan hubungan seks itu bisa dipengaruhi banyak hal, seperti durasinya, waktu dari foreplay sampai klimaks. Banyak sekali caranya,” jelasnya.

Penggunaan kondom saat bercinta justru bisa menambah variasi dalam mencapai kenikmatan seksual. Misalnya saja perkembangan teknologi saat ini pun membuat pilihan kondom semakin beragam.

Kini tersedia kondom dengan desain super tipis, bertekstur, hingga berbagai variasi lain yang dirancang untuk meningkatkan sensasi. Inovasi itu setidaknya bisa membantah anggapan kondom yang dianggap mengurangi kenikmatan.

Konferensi pers kampanye kondom Sutra di Jakarta. (Dinno/VOI)

Di sisi lain, selain mendukung kualitas hubungan intim, kondom memiliki tiga fungsi utama yang penting secara medis. Pertama, sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jika digunakan dengan benar dan konsisten, kondom pria memiliki tingkat efektivitas sekitar 98 persen dalam mencegah kehamilan.

Dalam penggunaan umum (typical use), efektivitasnya sekitar 85 persen karena faktor kesalahan pemakaian.

"Kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif jika digunakan dengan tepat,” ujar dr. Erika.

Selain mencegah kehamilan, kondom berperan dalam melindungi dari infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV, gonore, klamidia, dan sifilis. Penggunaan kondom secara konsisten terbukti secara ilmiah menurunkan risiko penularan penyakit-penyakit tersebut.

"Kondom itu bukan hanya soal mencegah kehamilan, tapi juga melindungi dari infeksi menular seksual. Ini penting sekali, terutama untuk kesehatan reproduksi jangka panjang,” jelasnya.

Ketiga, kondom membantu menciptakan rasa aman secara psikologis. Di saat pasangan merasa terlindungi dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan maupun IMS, tingkat kecemasan berkurang sehingga hubungan intim dapat dinikmati dengan lebih nyaman.

Dalam hal ini, pemahaman yang tepat mengenai fungsi dan manfaat kondom dapat mengubah persepsi bahwa alat ini mengurangi kenikmatan saat bercinta.