Januari 2026 Tembus 4,1 Juta Penumpang, MRT Jakarta Catat 159 Ribu Pelanggan per Hari Kerja

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat total 4.195.303 pelanggan menggunakan layanan MRT sepanjang Januari 2026. Rata-rata keterangkutan harian pada bulan tersebut mencapai 135.332 pelanggan.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan tren ini melanjutkan pertumbuhan yang sudah terlihat sepanjang 2025.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, total 46.449.629 pelanggan tercatat menggunakan MRT Jakarta. Secara rata-rata, keterangkutan harian sepanjang tahun 2025 mencapai 127.259 pelanggan per hari.

"Capaian ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan jumlah pelanggan serta semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel di Jakarta. Tren positif tersebut berlanjut pada awal tahun berikutnya," kata Rendy Primartantyo dalam keterangannya, Jumat, 13 Februari.

Memasuki Januari 2026, lonjakan terlihat terutama pada hari kerja. Pada Senin hingga Jumat, angka keterangkutan mencapai 159.492 pelanggan per hari. Sementara pada Sabtu dan Minggu mencapai 91.406 pelanggan per hari.

"Konsistensi angka keterangkutan saat hari kerja di atas 150-160 ribu pelanggan per hari menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat menggunakan transportasi publik saat weekdays," tutur dia.

Stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi pada Januari 2026 adalah Stasiun Dukuh Atas BNI dengan 753.380 pelanggan. Posisi kedua ditempati Stasiun Blok M BCA sebanyak 514.064 pelanggan, disusul Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dengan 435.810 pelanggan.

Berikutnya, Stasiun Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia mencatat 433.516 pelanggan dan Stasiun Bendungan Hilir sebanyak 308.421 pelanggan. MRT Jakarta juga mencatat relasi perjalanan favorit pelanggan adalah Dukuh Atas BNI–Blok M BCA dengan kontribusi 4,43 persen dari total perjalanan.

Relasi tersebut menggambarkan pergerakan dari kawasan Dukuh Atas yang berkembang sebagai simpul integrasi antarmoda menuju Blok M yang menjadi pusat kegiatan masyarakat perkotaan.

Untuk mendorong kenaikan angka keterangkutan, MRT Jakarta menggandeng berbagai pihak, mulai dari sektor kuliner, pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket wisata.

Kolaborasi dengan operator transportasi pengumpan (feeder) juga berkontribusi signifikan. Moda pengumpan disebut menyumbang sekitar 22–23 persen dari total ridership MRT Jakarta.

"Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong budaya menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing)," jelas Rendy.

Sejak Mei 2023, jam operasional akhir pekan diperpanjang menjadi pukul 05.00 hingga 24.00. Penambahan jam layanan juga diterapkan saat ada kegiatan berskala besar di sepanjang jalur MRT, seperti festival seni budaya dan perayaan malam tahun baru.

Dari sisi layanan, MRT Jakarta mengembangkan fitur digital melalui aplikasi MyMRTJ. Pengguna dapat membeli tiket, menukar poin dengan promo, hingga mengakses fitur hiburan.

Pembelian tiket rombongan hingga lima tiket per akun melalui aplikasi Android juga tersedia untuk memudahkan perjalanan bersama.

Selain itu, tersedia mesin top up uang elektronik bank di setiap stasiun, mesin tiket kertas QR, hingga mesin tiket QR mobile yang dibawa petugas saat kondisi stasiun ramai.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) berterima kasih kepada masyarakat yang telah menaruh kepercayaannya terhadap layanan MRT Jakarta dan mitra-mitra pengumpannya sehingga lebih banyak orang yang menggunakan MRT Jakarta dalam mobilitas sehari-harinya," imbuhnya.