Kepala NATO Desak Eropa dan Kanada Tingkatkan Pertahanan saat AS Alihkan Fokus ke Indo-Pasifik

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mendesak sekutu Eropa dan Kanada pada Hari Kamis untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan dan produksi industri, menekankan Amerika Serikat tetap berkomitmen pada aliansi tetapi telah menggeser fokusnya ke Indo-Pasifik.

Berbicara kepada wartawan sebelum pertemuan menteri pertahanan NATO, Sekjen Mark Rutte mengatakan diskusi akan fokus pada implementasi keputusan yang diambil pada KTT Den Haag, termasuk "meningkatkan" investasi pertahanan dan memperkuat basis industri aliansi untuk memastikan pencegahan.

Sekjen Rutte mengatakan peningkatan pengeluaran militer sekutu baru-baru ini menunjukkan tekanan dari Washington membuahkan hasil, mencatat bahwa sekutu Eropa dan Kanada "meningkatkan" dengan miliaran dolar lebih untuk pertahanan, dikutip dari Anadolu (13/2).

Lebih jauh ia juga menekankan dukungan berkelanjutan bagi Ukraina, menunjuk pada paket pertahanan udara Inggris senilai 500 juta poundsterling yang baru diumumkan dan memperingatkan bahwa Kyiv tetap berada di bawah serangan rudal meskipun memiliki ketahanan di medan perang.

Kemudian, dalam pidato bersama dengan Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Elbridge Colby, Sekjen Rutte memujinya sebagai pendukung yang konsisten untuk komitmen pertahanan Eropa dan Kanada yang lebih kuat dalam NATO.

Dalam pidatonya sebelumnya, Sekjen Rutte memperingatkan tentang ancaman jangka panjang dari Rusia dan mengingatkan agar tidak meremehkan kehadiran China yang semakin meningkat di Arktik.

Ia mengatakan, inisiatif NATO yang bertujuan untuk mengamankan Arktik, wilayah Baltik, dan sayap timur menunjukkan kemampuan aliansi untuk mengatasi berbagai ancaman secara bersamaan, dengan menyebutkan insiden seperti pelanggaran drone di Polandia dan dugaan rudal yang memasuki wilayah udara Estonia sebagai pengingat akan risiko yang berkelanjutan.

Sekjen Rutte menolak anggapan Washington tidak memberikan tekanan yang cukup pada Moskow, dengan mengatakan baik AS maupun Eropa menerapkan sanksi dan terus memberikan bantuan militer kepada Ukraina.

Terlepas dari tanggung jawab global AS, ia mengharapkan Washington untuk mempertahankan "payung nuklir" dan "kehadiran konvensional yang kuat di Eropa," katanya, menyebutnya sebagai pilar "penting" keamanan Transatlantik.