LKPP Siap Kawal Proyek Infrastruktur Strategis, AHY Ingatkan Kualitas & Keselamatan
JAKARTA – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek-proyek infrastruktur strategis yang menjadi prioritas pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan konektivitas nasional.
Kepala LKPP Sarah Sadiqa mengatakan, proyek infrastruktur merupakan sektor yang sensitif dan kompleks sehingga membutuhkan perencanaan serta pengadaan yang matang.
“Infrastruktur adalah proyek yang sensitif, kompleks, mahal, dan membutuhkan persiapan yang serius. LKPP ingin mendukung penuh program prioritas pemerintah di sektor ini,” ujar Sarah kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 12 Februari.
Menurutnya, kehadiran Menko Infrastruktur menjadi sinyal kuat perhatian pemerintah terhadap koordinasi lintas sektor dalam pembangunan kewilayahan dan infrastruktur.
LKPP, kata dia, siap terlibat langsung dalam penguatan tata kelola pengadaan barang dan jasa pada proyek-proyek strategis.
Sarah menambahkan, momentum koordinasi dinilai tepat mengingat pagu anggaran baru mulai berjalan pada Februari 2026.
“Anggaran baru dimulai, sehingga koordinasi sejak awal memungkinkan capaian yang lebih optimal ke depan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan bahwa infrastruktur merupakan tulang punggung pembangunan nasional yang harus dirancang secara terintegrasi, tepat sasaran, dan mengutamakan kualitas serta keselamatan.
“Infrastruktur tidak hanya soal cepat dan murah. Kualitas dan keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas AHY.
AHY menekankan bahwa terdapat trilema pembangunan, yakni cepat, murah.
Ketiga hal ini idealnya bisa menjadi pendekatan dalam merancang program, namun tidak selalu berjalan senada.
Dia menjelaskan bahwa apabila pendekatan biaya paling murah tidak selalu menjadi pilihan terbaik, maka kecepatan pengerjaan proyek dan juga kualitas bagus juga memiliki konsekuensi yang lain.
Selain efisiensi, menurutnya, kualitas dan aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat.
AHY juga menyoroti pentingnya presisi dan ketelitian dalam proses pengadaan.
Menurutnya, perbedaan kecil dalam perhitungan dapat berdampak besar terhadap anggaran dan produktivitas secara keseluruhan.
Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan empat agenda utama.
Pertama adalah memahami tren global yang penuh ketidakpastian.
"Kedua, arah pembangunan infrastruktur nasional: apa visi, misi, serta direktif atau program prioritas dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," terang AHY.
Ketiga, peran pengadaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Keempat, penguatan kolaborasi antara Kemenko Infrastruktur dan LKPP.
Baca juga:
Dia mengingatkan bahwa dinamika geopolitik, tantangan keamanan, serta disrupsi teknologi global harus direspons dengan adaptif agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.
AHY berharap sinergi antara pemerintah dan LKPP dapat semakin diperkuat guna memastikan pembangunan infrastruktur berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Kita ingin Indonesia Emas 2045. Tapi negara lain juga punya ambisi yang sama. Artinya, kita tidak hidup dalam vakum dan harus terus melakukan lompatan kemajuan,” katanya.