Jaksa Agung AS di Kongres Adu Mulut Ditanya Kebersamaan Trump dengan Gadis di Bawah Umur
JAKARTA - Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Pam Bondi terlibat adu mulut sengit dengan sejumlah anggota Kongres AS di Komite Kehakiman dalam sidang atau rapat dengar pendapat membahas penanganan kasus predator seks Jeffrey Epstein.
Salah satunya ketika Bondi ditanya anggota Kongres AS perwakilan Kalifornia, Ted Lieu. Dalam rapat itu, Lie bertanya apakah Trump pernah menghadiri pesta dengan gadis di bawah umur.
“Ini sangat konyol,” jawab Bondi dalam sidang pada Rabu 11 Februari waktu setempat dikutip dari The Guardian.
“Dan mereka mencoba mengalihkan perhatian dari semua hal hebat yang telah dilakukan Donald Trump. Tidak ada bukti bahwa Donald Trump telah melakukan kejahatan. Semua orang tahu itu,” sambungnya.
Baca juga:
- Sidang Kongres AS, Jaksa Agung Pam Bondi Pasang Badan Kasus Epstein Seret Nama Trump
- Kanada Revisi Jumlah Korban Tewas Penembakan Sekolah 9 Orang, 1 Kritis Luka di Leher
- Parlemen AS Bantah Pentagon Soal Drone Kartel Meksiko Pemicu Penutupan Bandara Texas
- Investigasi: Israel Gunakan Senjata Termal-Termobarik di Gaza, Tubuh Korban Bisa Lenyap!
Merespons jawaban itu, Lieu percaya bahwa jawaban Bondi sama dengan kejahatan – berbohong di bawah sumpah – karena nama Trump muncul dalam momen-momen penghubung di berkas kasus Epstein.
Di salah satu pesan komunikasi dalam berkas tersebut, Epstein disebutkan The Guardian : Trump “tahu tentang” gadis-gadis itu, tetapi tidak pernah mendapatkan pijat.
Michael Reiter, mantan kepala polisi di Palm Beach, pernah menyebutkan kepada FBI bahwa Trump bilang kepada ia bahwa “semua orang tahu dia telah melakukan ini,” ketika Epstein sedang diselidiki.
Nama Trump juga muncul dalam informasi yang tidak terverifikasi terkait kasus Epstein. Namun, Trump tidak pernah didakwa melakukan kejahatan dan menyangkal melakukan kesalahan apa pun terkait Epstein.
“Jangan pernah menuduh saya melakukan kejahatan,” lanjut Bondi berteriak kepada Lieu.
Sementara dalam debat panas dengan Thomas Massie, anggota Kongres dari Kentucky yang mendorong undang-undang mewajibkan pengungkapan berkas-berkas Epstein, Bondi mencoba mengalihkan kesalahan Pemerintahan Trump ke pemerintah sebelum-sebelumnya.
Bondi menganggap, Massie tidak intens mendesak pemerintahan sebelumnya terkait kasus Epstein. Adapun kasus perdagangan gadis di bawah umur dan kejahatan seksual pemodal kaya Jeffrey Epstein yang dikenal karena koneksinya dengan banyak individu terkenal, termasuk politisi, selebriti, dan pengusaha, telah berlangsung selama beberapa dekade.
“Ini mencakup empat pemerintahan. Anda tidak perlu kembali ke Biden. 'Mari kita kembali ke Obama'. 'Mari kita kembali ke George Bush'. Penutupan ini berlangsung selama beberapa dekade'. Anda bertanggung jawab atas bagian ini,” kata Massie.