Pemerintah Siapkan Indonesia Economic Outlook, Respons Outlook Negatif Moody’s

JAKARTA – Pemerintah akan menggelar forum Indonesia Economic Outlook pada Jumat mendatang sebagai respons atas outlook negatif yang disematkan Moody’s terhadap perekonomian Indonesia.

Meski demikian, Indonesia masih mempertahankan peringkat investment grade dari seluruh lembaga pemeringkat internasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, catatan Moody’s perlu ditindaklanjuti dengan penjelasan menyeluruh, khususnya terkait penerimaan negara serta rencana pembentukan Danantara.

“Memang ada outlook negatif dari Moody’s. Ini tentu perlu diperhatikan, utamanya mengenai penerimaan negara dan juga terkait dengan rencana Danantara,” ujar Airlangga usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 11 Februari.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menyampaikan pembaruan indikator makroekonomi. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 tercatat 5,39 persen dengan pertumbuhan tahunan 5,11 persen.

Aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi, tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) sebesar 52,6.

Indikator konsumsi juga menunjukkan penguatan. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 naik ke level 127, sementara Mandiri Spending Index mencapai 372,5.

Penjualan ritel riil tumbuh 7,9 persen secara tahunan.

Di sektor eksternal, Indonesia kembali mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 2,51 miliar dilar AS, melanjutkan tren surplus selama 68 bulan berturut-turut.

Realisasi investasi PMA dan PMDN mencapai Rp1.931,2 triliun, cadangan devisa sebesar 154,6 miliar dolar AS, dan kredit perbankan tumbuh 9,69 persen.

Terkait kebijakan tarif Amerika Serikat era Presiden Donald Trump, Airlangga menyebut proses penyesuaian masih berlangsung.

“Kita sudah turun dari tarif 32 persen ke 19 persen, dan masih ada beberapa hal lain yang menunggu penyelesaian penuh,” ujarnya.

Pemerintah juga menargetkan penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) Indonesia–AS sekitar 19 Februari.