Glodok Membludak dan Marak Parkir Liar Jelang Imlek, Rano Karno: Itulah Uniknya Jakarta 

JAKARTA - Kawasan Pasar Pecinan Glodok, Jakarta Barat, mulai dipadati pengunjung menjelang perayaan Imlek. Kepadatan ini diikuti maraknya parkir liar dan pedagang yang memanfaatkan pedestrian untuk berjualan.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan tidak akan melakukan pelarangan secara kaku, melainkan melakukan penataan agar aktivitas tetap berjalan tanpa mengganggu arus pengunjung.

"Itulah uniknya Jakarta ya teman-teman. Dari satu sudut memang Pak Gub sendiri mengharapkan tidak boleh berjualan di pedestrian. Tapi Jakarta uniknya seperti itu," kata Rano di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Februari.

Rano mengakui Glodok memiliki karakteristik tersendiri sebagai kawasan perdagangan lama yang hidup dari interaksi langsung antara pedagang dan pembeli, terutama saat momentum hari besar seperti Imlek.

"Kita atur, bukan kita larang, kita atur supaya apa? Distribusi jalur itu nggak terganggu. Intinya sebetul itu. Kita tahu Glodok itu sangat spesifik karakteristiknya memang seperti itu, tapi itulah kehidupan di sana," ucap dia.

Adapun penataan yang dimaksud difokuskan pada kelancaran sirkulasi pengunjung dan kendaraan, termasuk penertiban parkir liar agar tidak menghambat akses keluar-masuk kawasan.

Pemprov juga meyakini pedagang dan warga sekitar siap bekerja sama selama pengaturan dilakukan untuk kepentingan bersama.

"Tapi saya sangat yakin mereka siap untuk diatur. Kita mengatur untuk apa? Melancarkan sebetulnya. Saya sangat yakin masyarakat Jakarta akan siap bekerja sama untuk hal itu," ucapnya.

"Artinya kalau kunjungan wisata banyak, terganggu dengan area itu juga barangkali nilai jualnya atau perdagangan juga menjadi terhambat. Jadi intinya seperti itu," imbuh dia.