Data Ritel AS Mengecewakan, Rupiah Berpeluang Rebound

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2026 diperkirakan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Selasa, 10 Februari, Kurs rupiah spot di tutup melemah 0,04 persen ke level Rp16.811 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup naik 0,23 persen ke level harga Rp16.799 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, menyampaikan bahwa rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang masih berada di bawah tekanan setelah data penjualan ritel AS dirilis lebih lemah dari perkiraan.

Meski demikian, ia menambahkan dolar AS sempat mendapat dukungan dari pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed semalam.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang masih tertekan setelah data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan, walau mendapat dukungan dari pernyataan hawkish pejabat-pejabat the Fed semalam," ujarnya kepada VOI, Rabu, 11 Februari.

Selain itu, Lukman menyampaikan penguatan rupiah diperkirakan terbatas karena investor cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls/NFP) malam ini.

"Penguatan diperkirakan terbatas, investor cenderung wait and see mengantisipasi data pekerjaan AS NFP malam ini," tuturnya.

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada Rabu, 11 Februari 2026 akan berada dikisaran Rp16.750-Rp16.850 per dolar AS.