Iran Akui Teratur Update Perundingan Nuklir di Oman ke China-Rusia
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengungkapkan negaranya teratur berkomunikasi dengan Rusia dan China tentang perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung sejak Jumat pekan ini.
"Partisipasi negara-negara regional dalam mendukung pembicaraan tersebut berjalan baik, dan kami akan melanjutkan konsultasi. Selain itu, kami melanjutkan konsultasi dengan Rusia dan China," katanya seperti dikutip kantor berita Tasnim via Tass, Minggu 8 Februari.
Araghchi mengatakan jalannya proses negosiasi dalam putaran terbaru perundingan nuklir di Muscat, Oman itu, juga telah diketahui Rusia dan China selaku dua mitra Iran.
"Kami telah memberikan pengarahan kepada Rusia dan China tentang proses negosiasi," sambungnya.
Terkait perundingan nuklir tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan ada kemajuan dalam negosiasi tidak langsung di Oman tersebut. Negosiasi itu masuk dalam putaran selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
"Kami juga telah melakukan pembicaraan yang sangat baik tentang Iran," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One menuju Florida dikutip AFP.
Baca juga:
- Meski BoP Dikritik Dewan Keamanan PBB Versi Berbayar, Hongaria Ingatkan 2 Pekan Lagi Bertemu di AS
- Israel Doktrin Dominasi, Iran: Lemahkan Militer, Teknologi, Ekonomi Negara-negara Tetangga
- Rusia Rebut Chugunovka Usai Serang Pasukan Ukraina dan Tentara Bayaran di 158 Wilayah
- Ini Peran 2 Intelijen Mossad Israel Ditangkap di Turki, Salah Satunya Pengusaha Tambang