Sidoarjo Belum Buka Sekolah Rakyat, Mensos Harap Bisa Masuk Kuota Pembangunan 2027
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera membuka Sekolah Rakyat (SR) di wilayah setempat pada 2026.
"Minimal tahun ini di Sidoarjo sudah mulai terlaksana Sekolah Rakyat Rintisan," kata Gus Ipul usai menghadiri sosialisasi terkait pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, disitat Antara.
Menurutnya, posisi Sidoarjo sebagai wilayah penyangga Ibukota Provinsi Jatim yakni Surabaya memiliki peran sangat krusial dalam memastikan warga yang terdaftar dalam desil 1 maupun desil 2 DTSEN di wilayah setempat untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
Ia menuturkan upaya mendirikan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut dapat dimulai melalui program Sekolah Rakyat Rintisan dengan memanfaatkan gedung aset pemerintah daerah setempat sebagai gedung fasilitas belajar mengajar.
Baca juga:
- Polisi Malaysia Gelar Operasi Jack Sparrow, Tangkap Buron Kejahatan Terorganisir
- Kremlin Tertawakan Isu Predator Seks Jeffrey Epstein Mata-mata Rusia
- Kunjungi Suriah, Menlu Prancis Tegaskan Negaranya Terus Sikat Militan Daesh
- Xi Jinping Telepon Putin dan Trump dalam 1 Hari, Kekuatan China Jadi Stabilitas Dunia?
Selain itu, Mensos menyebutkan saat ini pemerintah sedang membangun 100 Sekolah Rakyat permanen di berbagai penjuru Indonesia pada 2026 dengan target tambahan 100 sekolah lagi pada 2027.
"Ke depan, saya berharap pembangunan SR permanen di Sidoarjo dapat masuk dalam kuota pembangunan 100 sekolah lainnya pada 2027," ujar Gus Ipul.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pihaknya telah mempersiapkan lahan seluas 9,5 hektar di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, untuk lokasi Sekolah Rakyat permanen.
Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Sidoarjo dapat direalisasikan pada 2027 sesuai arahan Mensos demi mengakomodasi pendidikan bagi anak-anak di Sidoarjo yang keluarganya terdaftar dalam desil terbawah DTSEN.