New START Berakhir, Presiden Trump Ingin Perjanjian Senjata Nuklir Baru
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Kamis, Washington harus mengejar perjanjian pengendalian senjata nuklir yang "baru, lebih baik dan lebih modern" daripada memperpanjang Perjanjian Pembatasan Senjata Strategis Baru (New START) dengan Rusia.
"Daripada memperpanjang 'NEW START' (kesepakatan yang dinegosiasikan dengan buruk oleh Amerika Serikat yang, selain semua hal lainnya, dilanggar secara terang-terangan), kita harus meminta para Ahli Nuklir kita untuk mengerjakan Perjanjian baru yang lebih baik dan lebih modern yang dapat bertahan lama di masa depan," tulis Presiden Trump di Truth Social, melansir Anadolu (6/2).
Pernyataan Presiden Trump muncul ketika Perjanjian New START berakhir, mengakhiri perjanjian yang mengikat secara hukum terakhir yang membatasi kekuatan nuklir strategis Amerika dan Rusia.
Sebelumnya, Rusia juga mengatakan pada Hari Rabu, pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian tersebut tidak lagi terikat oleh kewajibannya.
Ketika ditanya apakah ada perpanjangan sementara perjanjian dengan Rusia, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan selama konferensi pers harian, "Sepengetahuan saya tidak ada."
Moskow mengatakan pihaknya berupaya memperpanjang perjanjian tersebut, dengan mencatat bahwa Presiden Vladimir Putin mengusulkan pada 22 September untuk mempertahankan batasan yang ada pada senjata strategis setidaknya selama satu tahun setelah perjanjian tersebut berakhir.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan tidak ada tanggapan resmi AS yang diterima melalui saluran bilateral.
Baca juga:
- China Tegaskan Dukungan Terhadap Penggunaan Energi Nuklir Iran Secara Damai
- Rusia Sesalkan Berakhirnya Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir, Tetap Gunakan Pendekatan Bertanggung Jawab
- Kamboja Minta Bantuan Bukti Sejarah dari Prancis Guna Menyelesaikan Sengketa Perbatasan dengan Thailand
- Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, NATO Minta Menahan Diri dan Bertanggung Jawab
Diketahui, perjanjian tersebut ditandatangani pada 8 April 2010 di Praha dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011, menggantikan Perjanjian START I tahun 1991, menurut Arms Control Association yang berbasis di AS. Perjanjian itu berakhir pada 5 Februari 2026.