BBM di Sejumlah SPBU Shell Kosong, Kementerian ESDM Akui Belum Terbitkan Rekomendasi Impor
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui jika hingga saat ini pihaknya belum menerbitkan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) periode 2026 untuk Shell Indonesia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, hal ini dikarenakan pihaknya masih melakukan evaluasi atas besaran kuota impor yang telah diajukan oleh Shell.
“(Rekomendasi impor) Masih dievaluasi, kan terakhir juga kemarin mereka pemesanan ke Pertamina kan 2025 terakhir,” ujar Laode kepada awak media, Kamis, 5 Februari.
Asal tahu saja, Shell menjadi badan usaha penyedia BBM swasta yang paling akhir mengajukan pengadaan atau impor base fuel dari Pertamina pada akhir tahun yang lalu.
Sementara itu kekosongan BBM masih terjadi di SPBU swasta seperti Shell Indonesia.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kuota impor BBM.
“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku," ujar Ingrid kepada awak media, Jumat, 30 Januari.
Baca juga:
Ingrid menyampaikan, Shell Indonesia mengapresiasi dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini sehingga pihaknya dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra.
"Kami percaya ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian negara," jelas Ingrid.