Penderita Penyakit yang Tidak Dianjurkan Puasa, Ini Daftarnya
YOGYAKARTA -Puasa di bulan Ramadan wajib dijalankan bagi setiap muslim, khususnya bagi mereka yang sehat jasmani dan rohaninya. Namun, karena alasan kesehatan, ada beberapa penderita penyakit yang tidak dianjurkan puasa selama Ramadan. Sebab, jika orang tersebut menjalani puasa sehari penuh, dikhawatirkan akan memperburuk kondisi kesehatan.
Puasa bisa jadi akan memperburuk kondisi kesehatan atau memperlama penyembuhan penyakit jika tetap dijalankan. Sebagai contoh, orang-orang yang menjalani rawat inap di rumah sakit karena kondisi kronis tertentu atau sedang dalam masa pemulihan pasca operasi besar. Mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadan.
Penderita Penyakit yang Tidak Dianjurkan Puasa
Dilansir dari Healthy, di bawah ini adalah beberapa kondisi atau pengidap penyakit yang diperbolehkan untuk tidak puasa:
Pengidap Gangguan Pencernaan Akut
Gangguan pencernaan akut seperti kenaikan asam lambung kerap dialami saat puasa. Meskipun puasa dapat menurunkan jumlah asam yang dihasilkan, kondisi ini membuat otak memerintahkan perut untuk menghasilkan banyak asam karena adanya bau makanan. Itulah sebabnya asam lambung meningkat, perut jadi mulas, dan mual, sehingga menjadi masalah saat puasa.
Jika masalah pencernaan yang Anda alami cukup parah (hingga muntah dan berkeringat dingin) sehingga memerlukan pengobatan rutin, sebaiknya batalkan atau tidak perlu berpuasa. Bagi orang yang mengalami kondisi ini, puasa dikhawatirkan dapat memicu atau memperparah gangguan pencernaan.
Baca juga:
Orang yang Harus Cuci Darah atau Menerima Donor
Pengidap penyakit dengan kondisi tertentu yang mengharuskan menerima transfusi darah atau donor organ tidak disarankan untuk menjalankan puasa. Demikian pula dengan orang yang memerlukan cuci darah rutin karena suatu penyakit atau kerusakan pada ginjal. Contohnya orang yang menderita ginjal kronis yang berpuasa, akan berisiko tinggi untuk mengalami dehidrasi dan hiperviskositas yang mengakibatkan kerusakan fungsi ginjal dan trombosis vaskular.
Migrain atau Vertigo yang Sulit Dikendalikan
Gangguan migrain atau vertigo saat berpuasa sering menjadi akibat dari dehidrasi dan kelaparan, tidur yang tidak cukup, dan beraktivitas terlalu lama di bawah terik matahari tanpa perlindungan. Jika Anda masih dapat mengendalikan sakit kepala dengan menyesuaikan gaya hidup yang tepat, dengan memperbanyak minum saat sahur dan berbuka dan mengusahakan cukup istirahat, mungkin Anda masih mampu berpuasa.
Jika sakit kepala yang Anda alami tidak terkontrol, Anda diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Kadang, kondisi ini akan semakin parah untuk beberapa orang jika mereka tidak segera makan atau minum obat tepat waktu.
Pengidap Diabetes
Orang yang mengalami diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol dan ibu hamil dengan gestasional diabetes juga dianjurkan tidak puasa. Sebab, untuk pengidap diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Jika tidak ada produksi insulin dalam tubuh, maka dapat memicu berbagai risiko kesehatan selama berpuasa.
Diabetes yang tidak terkontrol dapat berisiko meningkatkan produksi gula darah mendadak (hiperglikemia). Meskipun bulan Ramadan dikenal sebagai momen untuk menahan hawa nafsu makan, tidak jarang orang bertambah gemuk selama bulan ramadhan sebab makan berlebihan saat berbuka. Hal inilah yang dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat.
Penderita Gangguan Pernapasan Akut
Jika seseorang menderita gangguan pernapasan akut seperti asma akut atau penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) yang harus menerima pengobatan rutin dan tepat waktu, ia diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, pengidap asma ringan masih boleh puasa dan menggunakan inhaler kapanpun dibutuhkan selama puasa. Karena inhaler asma tidak diklasifikasikan sebagai makanan atau minuman, sehingga diperbolehkan selama puasa.
Demikian ulasan mengenai beberapa penderita penyakit yang tidak dianjurkan puasa. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.