Bongkar Arahan Prabowo soal BEI, Rosan: Harus Sesuai dengan Standar Tinggi dan Transparan
JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan standar internasional tinggi dan transparansi demi memperkuat kepercayaan investor.
Rosan menyampaikan, arahan tersebut diperoleh dalam pembahasan bersama Presiden Prabowo yang juga dihadiri para menteri di bidang perekonomian, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Arahannya bahwa bursa kita ini harus sesuai dengan standar yang paling tinggi, standar internasional yang tinggi,” ujar Rosan kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 4 Februari.
Rosan bilang dengan standar tinggi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar ke Indonesia, sehingga dapat mendatangkan investasi
“Karena itu kan menciptakan kepercayaan dan harus dijalankan sesuai dengan transparansi, karena ini yang sangat menentukan confidence berinvestasi,” jelasnya.
Menurut Rosan, pembahasan dengan Prabowo tidak hanya menyoroti respons terhadap evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI), tetapi juga langkah yang lebih komprehensif untuk memperbaiki dan memperkuat pasar modal Indonesia secara struktural.
“Kita menyampaikan perkembangan di bursa, apa yang dilakukan, bukan hanya untuk merespons MSCI, tapi untuk lebih meningkatkan bursa kita, capital market kita ini menjadi lebih baik, lebih transparan, dan kepercayaannya juga meningkat, baik dari dalam maupun luar negeri,” jelasnya.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani optimistis pasar saham domestik akan dibuka menguat pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026. Keyakinan tersebut didorong oleh sinyal positif yang ia terima langsung dari para investor global dalam beberapa hari terakhir.
Rosan yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM mengatakan, komunikasi intensif yang dilakukan dengan investor asing menunjukkan respons yang konstruktif terhadap arah kebijakan dan reformasi pasar modal yang tengah disiapkan pemerintah.
“Saya meyakini market penerimaannya akan positif juga karena saya pun berbicara dalam dua hari terakhir ini dengan para investor luar. Responsnya mereka juga memahami, mengerti dan mereka memberikan signal yang positif karena beberapa reform yang akan dilakukan ini,” kata Rosan saat ditemui di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu, 1 Februari.
Baca juga:
Menurut Rosan, salah satu kebijakan yang mendapat apresiasi dari investor global adalah rencana peningkatan porsi free float saham menjadi 15 persen. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah untuk memperkuat likuiditas dan daya tarik pasar modal nasional.
Meski demikian, Rosan mengungkapkan adanya masukan lanjutan dari investor asing terkait aspek keterbukaan kepemilikan saham. Saat ini, kewajiban keterbukaan investor masih berlaku bagi kepemilikan saham di atas 5 persen.
“Mereka menginginkan bahwa kalau sekarang kan yang perlu dibuka investornya itu kalau di atas 5 persen. Nah mereka bilang kalau bisa itu diturunkan tidak hanya di batas 5 persen karena saya lihat di beberapa negara seperti India 1 persen, yang lain 2 persen, 1 persen, nah mereka ingin itu juga diturunkan,” ujarnya.