Gedung Putih Sebut Pembicaraan AS-Iran Masih Sesuai Jadwal Usai Penembakan Drone
JAKARTA - Gedung Putih pada Hari Selasa mengatakan pembicaraan Amerika Serikat dan Iran masih sesuai jadwal pekan ini, menyusul jet tempur AS menembak jatuh drone Iran yang mendekati Kapal Induk USS Abraham Lincol (CVN-72) di Laut Arab.
"Saya baru saja berbicara dengan utusan khusus (Steve) Witkoff, dan pembicaraan ini hingga saat ini masih dijadwalkan," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt kepada wartawan, menambahkan pembicaraan tersebut akan berlangsung "akhir minggu ini," seperti melansir Al Arabiya dari AFP (4/2).
"Presiden Trump selalu ingin mengutamakan diplomasi terlebih dahulu, tetapi jelas dibutuhkan kerja sama kedua pihak," kata Leavitt di luar Gedung Putih.
Pertemuan antara Witkoff, seorang pengusaha yang telah ditunjuk Presiden Trump sebagai negosiator konflik global kelilingnya, dan para pejabat Iran "mungkin" akan berlangsung di Turki, kata sebuah sumber yang dekat dengan masalah tersebut kepada AFP.
Sebelumnya, militer AS mengatakan jet tempur siluman F-35C menembak jatuh drone Iran yang "secara agresif" mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln pada Hari Selasa.
Juru bicara Presiden Trump menambahkan, Pemimpin Gedung Putih tetap membuka kemungkinan tindakan militer terhadap Iran, dengan sejumlah besar kapal perang AS sekarang berada di wilayah tersebut.
Baca juga:
- Gedung Putih Konfirmasi Pembicaraan Trilateral AS-Rusia-Ukraina di Abu Dhabi Hari Ini
- Dua Orang Ditangkap Terkait Upaya Sabotase Kapal Angkatan Laut Jerman
- Sekjen NATO Sebut Pasukan Sekutu akan Dikerahkan ke Ukraina Setelah Kesepakatan Damai
- Kremlin Belum Mendengar Pernyataan India Menghentikan Pembelian Minyak Rusia
"Tentu saja, presiden selalu memiliki berbagai pilihan, dan itu termasuk penggunaan kekuatan militer," jelas Leavitt kepada Fox News dalam wawancara terpisah.
Dia menambahkan, "pihak Iran lebih tahu tentang hal itu daripada siapa pun," merujuk pada serangan militer AS yang menghantam program nuklir Iran tahun lalu.