Kylian Mbappe Marah soal Kekalahan Real Madrid dari Benfica
JAKARTA - Kylian Mbappe mengecam sikap dan inkonsistensi Real Madrid. Dia mengatakan timnya tidak bermain seperti tim juara setelah kekalahan 2-4 di kandang Benfica yang membuat mereka gagal masuk delapan besar grup Liga Champions.
Mbappe mencetak dua gol di Estadio da Luz pada Kamis, 29 Januari 2026, dini hari WIB--menjadikan koleksinya 13 gol di Liga Champions musim ini--tetapi tidak dapat mencegah kekalahan yang membuat Real Madrid turun ke peringkat kesembilan klasemen dan akan menghadapi babak playoff untuk lolos ke babak gugur bulan depan.
Kiper Benfica, Anatoliy Turbin, mencetak gol sundulan pada menit ke-98 untuk memicu perayaan meriah di Lisbon, saat tim tuan rumah lolos ke playoff di posisi ke-24.
"Ini bukan tentang kualitas, ini bukan tentang taktik. Ini tentang memiliki keinginan yang lebih besar daripada lawan Anda."
Baca juga:
"Anda bisa melihat bahwa segalanya dipertaruhkan bagi Benfica. Anda tidak bisa melihat itu pada kami. Itu adalah masalah."
"Sebelum pertandingan, kedua tim memiliki sesuatu untuk diperjuangkan. Kami berada di delapan besar dan Benfica berada di antara 24 tim. Kami melihatnya dari Benfica, tetapi Anda tidak melihatnya dari kami," kata Mbappe.
Real Madrid telah mengalami musim yang bergejolak, dengan Manajer Xabi Alonso kehilangan pekerjaannya awal bulan ini, tetapi tampaknya mulai membaik di bawah Alvaro Arbeloa dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kemenangan 2-0 di kandang Villarreal di LaLiga akhir pekan lalu.
Namun, kekalahan dari Benfica membuat kursi Arbeloa dipertanyakan lagi dan mendorong Real Madrid harus mencari pelatih bernama besar kembali.
"Saya tidak punya penjelasan yang jelas. Permainan kami (di kandang Benfica) tidak sama seperti saat melawan Villarreal. Itu adalah masalah. Kami tidak konsisten dalam permainan kami. Kami harus menyelesaikan masalah itu."
"Kami tidak bisa melakukannya satu hari, lalu tidak pada hari berikutnya. Tim juara tidak akan melakukan itu. Kami masih punya dua pertandingan lagi (di playoff Liga Champions)."
"Itu sedikit menyakitkan. Kami ingin punya waktu pada Februari 2026 untuk memperbaiki permainan kami, tapi malah kami akan bermain di babak playoff," ujar Mbappe.
Real Madrid kalah tiga dari delapan pertandingan fase liga musim ini, melawan Liverpool, Manchester City, dan sekarang Benfica.
"Di Liga Champions, setiap detail penting jika Anda ingin menang. Benfica menunjukkan bahwa jika Anda tidak datang ke sini dengan semua yang Anda butuhkan untuk memenangi pertandingan Liga Champions, lawan Anda akan menghancurkan Anda," tutur Mbappe.
"Jelas mengerikan kalah dengan cara ini. Saya tidak banyak berkomentar saat ini, saya tidak yakin harus berpikir apa. Kami memiliki begitu banyak talenta, tetapi kami membutuhkan mentalitas yang sama, siapa pun lawan kami," kata gelandang Jude Bellingham.
Real Madrid kini akan kembali menghadapi Benfica di playoff fase gugur Liga Champions. Laga itu jelas ajang balas dendam Los Blancos.
Sejumlah kekurangan saat melawan Benfica sebelumnya menjadi perhatian Arbeloa. Dia tidak ingin pasukannya mengulang kesalahan yang sama nanti.
"Saya ingin mengatakan itu hanya satu hal, tetapi ada banyak aspek. Duel, dengan bola, tanpa bola. Kami masih jauh dari potensi kami. Kami masih perlu banyak meningkatkan diri," kata Arbeloa.
Real Madrid akan menghadapi Benfica dalam dua leg. Mereka akan bertandang lebih dulu sebelum menjamu lawan dari Portugal itu di Santiago Bernabeu.