Mengenal Karst Citatah: Pesona Tebing Kapur Bandung Barat yang Jadi Lokasi Syuting Lisa BLACKPINK
YOGYAKARTA - Karst Citatah kembali menjadi sorotan publik usai dikabarkan bakal menjadi lokasi syuting film terbaru Lisa BLACKPINK. Destinasi wisata ini menawarkan pemandangan tebing kapur yang tampak sangat eksotis di bawah sinar matahari. Kehadiran produksi film internasional di tempat ini menunjukkan potensi alam Indonesia tak kalah dari destinasi mancanegara. Lebih jauh soal Karst Citatah, simak artikel ini sampai akhir.
Karst Citatah: Lokasi, Daya Tarik, dan Tantangan Pelestarian
Karst Citatah terletak di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Bandung. Kawasan ini dikenal dengan perbukitan kapur, gua, dan tebing-tebing yang menjulang tinggi. Aksesnya yang relatif mudah membuatnya tujuan favorit wisatawan dan pecinta alam.
Di kawasan ini terdapat tiga tebing utama, yakni Tebing 48, Tebing 90, dan Tebing 125. Nama-nama tersebut diambil dari ketinggian masing-masing tebing yang memiliki karakter dan tingkat kesulitan berbeda. Tebing 90 dan Tebing 125 biasa dijadikan lokasi panjat tebing nasional hingga internasional.
Selain olahraga ekstrem, Karst Citatah juga memiliki nilai edukatif dan historis yang tinggi. Formasi batu kapurnya terbentuk sekitar 20 hingga 30 juta tahun lalu, tepatnya pada Zaman Miosen. Keberadaan Gua Pawon di kawasan ini menjadi bukti penting kehidupan manusia purba ribuan tahun silam.
Daya tarik Karst Citatah tidak berhenti pada aspek geologi saja. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti trekking, camping, bersepeda, hingga sekadar bersantai dengan hammocking. Lanskapnya yang menakjubkan juga menjadikannya lokasi favorit fotografer alam.
Kawasan ini dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau, antara Mei hingga September, ketika cuaca lebih cerah dan jalur aktivitas lebih aman. Biaya masuknya pun relatif terjangkau bagi semua kalangan.
Baca juga:
Namun di balik potensinya sebagai wisata alam dan edukasi, Karst Citatah menghadapi ancaman serius. Aktivitas penambangan batu kapur menjadi tantangan terbesar bagi kelestarian kawasan ini. Penambangan yang tidak terkendali dapat merusak bentang alam secara permanen.
Kerusakan kawasan karst bersifat irreversible atau tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Selain itu, fungsi hidrologisnya sebagai penyimpan air alami bisa hilang, yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar. Alih fungsi lahan dan kurangnya kesadaran lingkungan turut memperparah kondisi ini.
Padahal, pengelolaan Karst Citatah secara berkelanjutan berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat. Wisata alam, olahraga, dan edukasi geologi dapat dikembangkan tanpa harus merusak lingkungan. Kuncinya memperhatikan keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi.
Sebagai pengunjung, Anda bisa turut membantu dengan menjaga kebersihan dan tidak merusak bebatuan sangat berarti. Selain itu, mengikuti aturan kawasan juga membantu menjaga kelestarian alam. Langkah kecil ini turut membantu pelestarian kawasan Karst Citatah.
Selain pembahasan soal Karst Citatah, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!