Federasi Aljazair Ajukan Banding agar Putra Zinedine Zidane Bisa Main di Piala Dunia 2026
JAKARTA - Kiper Tim Nasional (Timnas) Aljazair, Luca Zidane--yang merupakan putra legenda Perancis Zinedine Zidane--mendapat larangan bermain dua pertandingan karena bentrokan di lapangan setelah timnya tersingkir dari perempat final Piala Afrika 2025 (Africa Cup of Nations/Afcon).
Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) mengatakan akan mengajukan banding terhadap berbagai sanksi, termasuk larangan bermain untuk Zidane dan bek Rafik Belghali yang dijatuhkan oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) akibat insiden di Piala Afrika 2025 tersebut.
Belghali juga dilarang bermain dua pertandingan. Melansir ESPN, ternyata hukuman terhadap bek Hellas Verona itu dan Zidane kemungkinan akan berlaku untuk turnamen di bawah naungan CAF andai banding FAF dikabulkan.
Baca juga:
Artinya, Zidane dan Belghali akan menjalani larangan tersebut dalam Kualifikasi Piala Afrika 2027, yang mana Aljazair akan memulai pada September 2026.
Sementara untuk Piala Dunia 2026, FAF berharap Zidane dan Belghali seharusnya bisa tampil sejak pertandingan pertama.
Sebagaimana diketahui, para pemain dan staf Aljazair terlibat dalam perkelahian di lapangan setelah kekalahan 0-2 dari Nigeria dalam pertandingan perempat final yang dimainkan pada 10 Januari 2026 di Marrakech, Maroko.
Wasit pertandingan Issa Sy dilindungi dari staf Aljazair yang marah dan dikawal keluar lapangan.
FAF mengatakan denda total 100.000 dolar AS dijatuhkan dengan tuduhan atas pelanggaran oleh pemain dan staf, penggemar yang mencoba menerobos barikade keamanan, dan penggemar yang "menunjukkan uang kertas" kepada para petugas pertandingan.
Sementara itu, pada Piala Dunia 2026, Aljazair akan memulai pertandingan melawan juara bertahan Argentina di Kansas City pada 16 Juni 2026. Grup ini juga termasuk Austria dan Yordania.