Bos BI Ungkap Kredit Belum Tersalurkan Capai Rp2.439 Triliun per Desember 2025

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) ungkapkan fasilitas kredit pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) tercatat masih cukup besar pada Desember 2025, yaitu mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22,12 persen dari plafon kredit yang tersedia.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan dari sisi permintaan, pelaku usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan.

"Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57 persen dan DPK yang tumbuh tinggi sebesar 13,83 persen (yoy) pada Desember 2025," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu, 21 Januari.

Ia menambahkan bahwa kredit perbankan pada 2025 tumbuh sebesar 9,69 persen (yoy), berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia sebesar 8-11 persen (yoy).

Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06 persen (yoy), 4,52 persen (yoy), dan 6,58 persen (yoy).

"Capaian tersebut sejalan dengan upaya BI untuk menurunkan suku bunga dan memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) serta realisasi program prioritas Pemerintah di tengah kondisi makro dan keuangan yang terjaga," tuturnya.

Selain itu, Perry menyampaikan minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.

"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran 8 persen-12 persen," tuturnya

Ke depan, ia menyampaikan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk terus memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan perbankan tersebut.