Kejutan di Liga Champions, Man City Tumbang Lawan Tim Lemah Bodo/Glimt

JAKARTA - Manchester City untuk kali kedua secara berturut-turut menelan kekalahan di kompetisi berbeda. Setelah kalah 2-0 saat menghadapi Manchester United di Premier League Inggris, Man City dipaksa mengakui keunggulan tim lemah Bodo/Glimt 3-1 di pertandingan penyisihan Liga Champions di Aspmyra, Rabu, 21 Januari 2026 dini hari WIB.

Hasil mengecewakan dipetik Man City saat menyambangi markas Bodo/Glimt, Norwegia. Apalagi, manajer Pep Guardiola menurunkan skuad terbaik. Meski kehilangan Savinho dan Jeremy Doku yang cedera serta sejumlah pemain lain, di antaranya, Josko Gvardiol, Ruben Dias, John Stones hingga Bernardo Silva karena akumulasi kartu kuning, namun komposisi starting line up Man City tetap yang terbaik.

Kedalaman skuad Man City menjadikan Guardiola masih berharap bisa meraih kemenangan karena ada Erling Haaland yang pulang kampung. Haaland mendapat dukungan dari Phil Foden dan Rayan Cherki yang mendapat sorotan menyusul kekalahan dalam Manchester Derby. Sementara di tengah ada Rodri dan Tijjani Reijnders yang mencoba menghidupkan sektor tersebut.

Hanya, Man City justru tidak berkutik menghadapi Bodo/Glimt yang berada di zona bawah klasemen Liga Champions. Bahkan klub yang bermarkas di Bodo, kota yang hanya memiliki penduduk 55 ribu jiwa atau nyaris sama dengan kapasitas Stadion Etihad, markas Man City, ini diprediksi sulit lolos ke babak berikutnya Liga Champions. Bodo/Glimt belum bisa menembus zona playoff meski berhasil mengalahkan Man City.

Kemenangan tersebut menjadikan Bodo/Glimt naik ke peringkat 27 dengan poin enam. Mereka harus menempati minimal posisi 24 untuk mendapatkan tiket ke playoff Liga Champions.

Sebaliknya, kekalahan di laga tandang menjadikan Man City waswas. Pasalnya, juara Liga Champions 2023 ini turun ke posisi tujuh dengan poin 13. Bila terlempar dari delapan besar, Man City gagal lolos secara otomatis ke 16 besar.

Musim lalu, The Cityzens juga gagal masuk delapan besar dan harus melakoni playoff. Repotnya, Man City harus bertemu Real Madrid dan tersingkir di babak tersebut.

Kekalahan itu menjadikan Man City harus memenangkan pertandingan terakhir babak penyisihan melawan Galatasaray, 28 Januari mendatang. Bila kembali gagal, mereka terancam kembali melakoni playoff.

“Kami harus berubah dan bermain lebih dinamis pada laga melawan Wolves [Wolverhampton Wanderers di Premier League] dan Galatasaray,” kata Guardiola menanggapi kekalahan Man City dan optimistis bangkit pada dua laga berikutnya.

Guardiola menyoroti absennya sejumlah pemain sehingga tim gagal menunjukkan konsistensi. “Kami kehilangan Savinho dan Jeremy di sayap. Kami juga kehilangan pemain pada beberapa sektor. Selain itu, mereka juga lebih konsisten dan memiliki organisasi permainan yang rapi. Glimt bermain bagus dan kami mengucapkan selamat kepada mereka,” ucapnya lagi.

Di pertandingan itu, Guardiola sesungguhnya sudah mempersiapkan tim dengan lebih baik. Mereka datang lebih awal demi menyesuaikan diri karena bermain dengan suhu minus 2 derajat. Tim juga bermain di lapangan artifisial sehingga perlu beradaptasi.

Hanya, Bodo/Glimt justru mampu mengejutkan Man City. Bahkan tuan rumah sudah unggul saat pertandingan memasuki menit 22. Berawal dari kesalahan bek Max Alleyne saat mengambil bola atas tetapi gagal.

Kesalahan Alleyne yang minim bermain di level tertinggi karena sebelumnya dipinjamkan ke klub division bawah, Watford, dimanfaatkan Ole Didrik Blomberg. Dirinya kemudian melepaskan umpan silang yang disambut striker Kasper Hogh. Sundulan Hogh pun sukses menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma.

Unggul 1-0 menjadikan tuan rumah bermain lebih agresif. Belum hilang keterkejutan pemain Man City karena gawangnya kebobolan, Bodo/Glimt kembali mencetak gol hanya dalam tempo dua menit. Hogh untuk kali kedua secara berturut-turut menghukum Man City. Lagi-lagi Alleyne melakukan blunder yang kembali dimanfaatkan Blomberg. Umpan silang dia sukses dituntaskan Hogh untuk mencetak brace. Skor berubah 2-0 untuk tua rumah.

Man City berubah bangkit setelah kebobolan dua kali hanya dalam tempo kurang dari 25 menit. Haaland yang mudik ke negaranya dan sukses membawa Norwegia lolos ke Piala Dunia 2026 tercatat menciptakan dua peluang yang seharusnya bisa menyamakan skor. Namun usahanya masih gagal sehingga skor 2-0 itu bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, permainan Man City tak berubah. Mereka tetap kesulitan menembus pertahanan Bodo/Glimt. Bukannya menambah gol, gawang Donnarumma malah kembali kebobolan saat laga baru berjalan 13 menit.

Kali ini pemain sayap Jens Hauge yang memantapkan keunggulan tuan rumah. Berawal dari kesalahan Rodri yang kehilangan bola dan berhasil dikuasai Hauge. Dia kemudian melepaskan tendangan jarak jauh yang meluncur deras ke sudut atas gawang tanpa bisa dijangkau Donnarumma.

Man City sesungguhnya cepat bangkit untuk mengejar ketinggalan. Cherki berhasil mengatasi kebuntuan Man City hanya dua menit berselang. Skor pun berubah menjadi 3-1.

Namun dalam situasi butuh gol, Man City justru kehilangan Rodri. Gelandang timnas Spanyol ini melakukan pelanggaran dua kali berturut-turut terhadap Hakon Evjen dan Blomberg. Pelanggaran yang terjadi dalam rentang waktu 54 detik menjadikan Rodri menerima dua kartu kuning yang disusul kartu merah di menit 62.

Bermain dengan 10 pemain menyulitkan Man City mengejar defisit gol. Apalagi, Bodo/Glimt berusaha memperkuat pertahanan demi memenangkan laga itu.

Hasilnya laga berakhir dengan skor 3-1 untuk Bodo/Glimt. Ini menjadi kemenangan pertama mereka di Liga Champions sekaligus kejutan karena mampu menumbangkan tim unggulan.