Komisi I DPR Minta Kemenlu Gerak Cepat Tangani Penculikan 4 WNI di Perairan Gabon

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, meminta Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk bergerak cepat menangani kasus penculikan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh bajak laut di Perairan Gabon, Afrika tengah.

Syamsu Rizal menegaskan Pemerintah harus mengambil langkah penanganan terukur apabila informasi penculikan tersebut benar adanya.

“Keselamatan empat WNI harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, harus bergerak cepat dan tidak boleh lamban menghadapi situasi seperti ini,” ujar Syamsu Rizal, Rabu, 14 Januari.

Menurutnya, Kemenlu perlu segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik di dalam negeri maupun dengan otoritas setempat dan mitra internasional, untuk menentukan langkah terbaik dalam upaya penyelamatan para WNI tersebut.

“Jika informasi ini benar, maka Kemenlu harus segera melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan aparat keamanan dan pemerintah negara setempat, agar langkah yang diambil tepat dan efektif,” katanya.

Lebih lanjut, Syamsu Rizal mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam menangani kasus serupa. Ia mencontohkan keberhasilan penyelamatan WNI dan kapal kargo MV Sinar Kudus yang dibajak perompak di Perairan Somalia pada tahun 2011.

“TNI memiliki pengalaman berharga dalam operasi penyelamatan WNI di luar negeri, seperti pada kasus MV Sinar Kudus. Pengalaman tersebut harus menjadi modal penting jika diperlukan langkah-langkah khusus demi menyelamatkan saudara-saudara kita,” katanya.

Legislator dari Dapil Sulawesi Selatan I itu berharap pemerintah dapat bertindak cepat, terukur, dan mengedepankan keselamatan para WNI.

"Sekaligus memastikan komunikasi yang transparan kepada publik dan keluarga korban," pungkas Syamsu Rizal.

Seperti diberitakan, sebanyak empat warga WNI dan warga negara China dilaporkan diculik bajak laut dari kapal ikan di perairan Gabon, Afrika tengah. Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon, tepatnya Teluk Guinea pada Sabtu, 10 Januari.