Eks Gitaris Black Midi Meninggal Dunia Setelah Perjuangan Panjang Melawan Kesehatan Mental

JAKARTA - Kabar duka menyelimuti kancah musik rock eksperimental dunia. Matt Kwasniewski-Kelvin, salah satu pendiri sekaligus eks gitaris grup musik asal Inggris, Black Midi, dilaporkan meninggal dunia pada usia 26 tahun.

Berita kepergian musisi berbakat ini dikonfirmasi oleh perwakilan keluarga pada Senin, 12 Januari, setelah perjuangan panjang melawan masalah kesehatan mental yang dihadapinya selama beberapa tahun terakhir.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah label rekaman Rough Trade Records, pihak keluarga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sang musisi.

"Dengan kesedihan mendalam, kami sebagai keluarga menyesal memberi tahu Anda bahwa Matthew Kwasniewski-Kelvin telah meninggal dunia setelah perjuangan panjang dengan kesehatan mentalnya," bunyi pernyataan keluarga, dikutip Selasa.

Pihak keluarga juga menekankan betapa talenta besar Matt akhirnya menyerah meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk kesembuhannya.

Mereka juga menitipkan pesan menyentuh agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi orang-orang terdekat guna mencegah tragedi serupa menimpa generasi muda lainnya.

Hingga saat ini, penyebab spesifik kematian musisi kelahiran London tersebut belum diungkapkan kepada publik.

Jejak musikalitas Matt Kwasniewski-Kelvin sendiri terpatri kuat dalam album debut Black Midi, “Schlagenheim”, yang dirilis pada tahun 2019. Album ini bahkan berhasil masuk dalam daftar ajang bergengsi Mercury Prize.

Namun pada awal 2021, Matt memutuskan untuk menepi dari hiruk-pikuk panggung musik. Melalui unggahan di laman Facebook band, ia menyatakan, "Saya telah mengambil waktu istirahat dari band karena saya sedang tidak sehat secara mental. Karena hal ini, saya tidak tampil dalam materi yang akan datang. Saya akan segera kembali."

Dukungan penuh sempat mengalir dari rekan-rekannya di band—Geordie Greep, Cameron Picton, dan Morgan Simpson—yang menyatakan kesabaran mereka menunggu kesembuhan sang sahabat agar bisa kembali berkarya bersama.

Sepeninggal Matt, Black Midi terus melaju dengan merilis dua album sukses lainnya, “Cavalcade” (2021) dan “Hellfire” (2022), sebelum akhirnya Geordie Greep mengumumkan status hiatus band pada Agustus 2024.

Perjalanan Black Midi yang terbentuk di London sejak 2017 memang kerap diwarnai dinamika internal, termasuk pernyataan Cameron Picton yang mengaku terkejut dengan pengumuman bubarnya band secara mendadak di media sosial.

Meskipun kini Black Midi berada dalam masa jeda untuk fokus pada proyek solo masing-masing personel, kontribusi Matt Kwasniewski-Kelvin dalam meletakkan fondasi musik math rock dan post-punk yang unik akan tetap dikenang oleh para penggemarnya di seluruh dunia.