Melihat Tren Wisata 2026, dari Pejalanan Solo hingga Nostalgia
JAKARTA - Di tahun 2026, orang-orang berlibur atau berwisata tidak hanya untuk bersenang-senang. Banyak yang akan melakukan perjalanan wisata dengan mempertimbangkan sesuatu yang bermakna.
Dikutip dari In Your Area, pada Senin, 12 Januari 2026, setidaknya terdapat lima gaya wisata atau perjalanan yang akan menjadi tren, sebagai berikut ini.
1. Pejalanan solo
Solo traveling atau perjalanan solo akan semakin populer di tahun 2026. Perusahaan asuransi True Traveller melihat peningkatan stabil pada perjalanan solo, di mana orang-orang di setiap kelompok usia menginginkan perlindungan untuk dirinya sendiri, tak terkecuali saat liburan singkat sekali pun.
“Wisatawan semakin percaya diri melakukannya sendiri. Tujuan-tujuan yang sedikit berada di luar jalur yang dilalui, tetapi infrastrukturnya bagus. Seperti Bali, Thailand, dan Jepang, memimpin di antara para pelancon solo,” kata direktur pelaksana True Traveller, Tim Riley.
2. Pengalaman komunitas
Pemesanan wisata untuk pengalaman budaya dan komunitas telah berlipar ganda dibandingkan tahun 2025, menurut operator tur Timbuku Travel. Artinya, wisatawan ingin mencari pengalaman berlibur yang lebih autentik, alih-alih berdesakan di destinasi populer yang mainstream.
Wisata yang mengeksplor budaya dan komunitas setempat ini akan menjadi salah satu tren paling berpengaruh ke depannya. Ini karena orang tidak lagi puas melihat destinasi yang sudah bisa dilihat ratusan kali secara online.
Baca juga:
2. Astro-tourism (wisata langit)
Menyaksikan pemandangan langit malam (astro-tourism) tampaknya menjadi tujuan wisata yang populer di tahun 2026. Ketertarikan masyarakat mulai terlihat sejak terjadi gerhana matahari total pada 12 Agustus 2025 lalu.
Tak hanya itu, baru-baru ada penampakan aurora dan gerhana bulan di seluruh Inggris, yang membuat astro-tourism semakin populer. Hal ini semakin diminati karena perasaan bisa lebih terasa damai setelah melihat langit.
“Astro-tourism memungkinkan orang untuk terhubung dengan alam pada saat dunia terasa lebih online dari sebelumnya,” tutur Joanna Reeve, Direktur Interpid, Inggris.
4. Perjalanan nostalgia
Tren wisata tahun 2026 juga akan didominasi dengan perjalanan nostalgia, para wisatawan kini lebih senang datang ke tempat yang membawa kembali ke memori masa kecilnya.
Pendiri 360 Private Travel, James Turner, mengatakan bahwa wisatwan kini mendambakan pengalaman yang benar-benar bisa membuat mereka tertawa dan mengingatkan tentang bagaimana rasanya ketika sesuatu pernah terjadi.
“Kami menemukan bahwa klien kami semakin tertarik pada perjalanan yang memicu rasa takjub yang sama yang mereka ingat sejak kecil. Apakah itu tidur di rumah pohon di bawah bintang-bintang, atau memiliki petualangan koboi di atas kuda,” pungkas Turner.