Waskita Karya Klaim Penyelesaian Puluhan Huntara di Aceh Tamiang Hanya Butuh Enam Hari

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengeklaim, penyelesaian puluhan rumah hunian sementara atau huntara bagi korban terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, hanya membutuhkan waktu enam hari.

Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan, percepatan pembangunan huntara itu dilakukan agar masyarakat terdampak bisa segera menempatinya.

"Dalam waktu enam hari, kami berhasil menyelesaikan puluhan rumah hunian. ini membuktikan upaya gerak cepat Waskita Karya sebagai garda terdepan dalam membantu saudara-saudara kami terdampak bencana," ujar pria yang kerap disapa Oho dalam keterangan resmi Jumat 9 Januari.

Kawasan huntara juga dilengkapi dengan dapur umum seluas 8×19 meter (m). Kemudian, disediakan bangunan toren, drainase precast, beserta Mekanikal, Elektrikal, Plumbing (MEP).

"Meski ini hunian sementara, namun kami tetap memperhatikan standar kelayakan dan kualitas bangunan. Huntara dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian darurat aman, dengan struktur yang disiapkan kokoh serta utilitas dasar dirancang berfungsi saat ditempati," kata dia.

Selain mengerjakan bangunan hunian berukuran 4,5×4,5 m, perseroan juga membangun unit fasilitas mandi cuci kakus (MCK) serta Sistem Pengolahan Air Limbah atau Sewage Treatment Plant (STP).

Selain itu, terdapat pula musala berukuran 9×13,5 m dan tempat wudu seluas 6,6×13 m.

"Kami turut membangun jalan pedestrian dan jalan akses di kawasan huntara. Tujuannya, agar konektivitas masyarakat dan distribusi logistik bisa berjalan lancar," terang Oho.

Oho berharap, warga terdampak bencana bisa merasa nyaman dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari di huntara tersebut.

"Kami berkomitmen mengawal pemulihan kawasan terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang. Komunikasi sekaligus koordinasi dengan pemerintah pusat, daerah serta seluruh stakeholders juga diperkuat guna membangkitkan wilayah tersebut," tuturnya.

Adapun 600 huntara yang dibangun sejumlah BUMN Karya telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, Aceh.

Kini, WSKT juga sedang mengerjakan huntara di kawasan Aceh Utara, mencakup Simpang Tiga, Tanjong Dalam Selatan serta Leuobok Meuku.

Rencananya, sebanyak 314 rumah hunian dibangun guna menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat pada masa darurat usai bencana.

"Kami terus berdoa agar seluruh warga terkena bencana bisa segera pulih dan menata hidupnya kembali. Duka ini bukan hanya milik Aceh atau Sumatera, tapi dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.