Kolaborasi Honda-Sony Kini Hadirkan Afeela Prototype 2026 dengan Fitur Otonom

JAKARTA - Ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung pada 7 Januari menjadi panggung debut menarik bagi Kosmera. Merek otomotif anyar yang didukung produsen penyedot debu Dreame Technology itu tertangkap kamera memamerkan dua kendaraan baru sekaligus.

Satu model diposisikan sebagai mobil sport energi baru berperforma tinggi, sementara satu lainnya disiapkan sebagai supercar andalan. Supercar unggulan Kosmera langsung mencuri perhatian lewat desain fascia depan agresif.

Gril berbentuk tapal kuda mengingatkan pada gaya hypercar Eropa, dipadukan dengan dua lubang pendingin besar di sisi kiri dan kanan yang menegaskan kesan sangar. Demi efisiensi aerodinamika, bumper depan dibekali saluran udara khusus yang mengarahkan aliran angin ke samping, guna menekan hambatan sekaligus mengoptimalkan pendinginan radiator.

Dari samping, siluet khas supercar terasa kuat. Hidung mobil dibuat rendah, pilar A sangat landai, serta garis atap mengalir mulus ke belakang untuk memperkuat daya tarik visual. Detail modern hadir melalui gagang pintu tersembunyi, velg lima palang ganda, dan kaliper rem berwarna kuning.

Di buritan, lampu belakang model menyatu selebar bodi dipadukan dengan diffuser besar serta spoiler belakang berukuran masif. Menurut laporan Autohome, Rabu, 7 Januari, supercar ini diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 1.903 tenaga kuda, dengan masing-masing roda menyumbang 476 tenaga kuda.

Kosmera bahkan menargetkan rasio tenaga terhadap bobot 1:1. Untuk mewujudkannya, sasis menggunakan material komposit kelas kedirgantaraan yang dikombinasikan dengan teknologi pencetakan 3D demi kekakuan torsi maksimal. Sistem suspensinya pun canggih, berupa suspensi motor linier aktif yang dapat beralih mulus dari setelan nyaman ke karakter ala mobil balap.

Sementara itu, kendaraan kedua yang diposisikan sebagai mobil sport energi baru berperforma tinggi tampil dengan karakter berbeda. Gril depan besar berbentuk spindel dihiasi elemen krom vertikal, berpadu dengan lampu depan ramping dan saluran udara yang tegas.

Pada sisi samping, lengkungan roda lebar menampung pelek multi jari-jari berukuran besar yang memperkuat kesan dinamis. Bagian belakang tetap mengusung lampu belakang selebar bodi serta diffuser agresif.

Garis dekoratif vertikal di kaca belakang diduga berfungsi untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika. Nama Dreame sebelumnya sempat menuai kontroversi pada September lalu saat merilis gambar render mobil sport performa tinggi pertamanya.

Desain tersebut dinilai terlalu mirip dengan Bugatti Chiron, bahkan disebut sebagai pengambilalihan langsung visual supercar ikonik itu, hanya tanpa pipa knalpot. Unit yang dipamerkan di CES 2026 ini setidaknya menunjukkan perubahan arah, dengan kemiripan yang diklaim sudah jauh berkurang dibandingkan render awal yang sempat memicu perdebatan.