Pertamina Hulu Energi Temukan Sumber Migas Baru di Mahakam
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui afiliasi PHE, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), menemukan sumber daya minyak dan gas bumi pada pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur.
"Diharapkan temuan sumber daya kontijen Original Oil in Place (OOIP) yang diperkirakan sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional demi mewujudkan swasembada energi dan ketahanan energi nasional," ujar Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, dikutip 6 Januari.
Ia menjelaskan, pengeboran sumur MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE sebagai quick win untuk dapat diproduksi lebih cepat dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat yang telah memasuki fase matang (mature field).
Di tengah keterbatasan area kerja, PHM konsisten melakukan kegiatan eksplorasi dengan mengadopsi konsep serta pendekatan geologi terkini.
Sejak mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Empat di antaranya berhasil mencatatkan temuan (discovery), termasuk sumur MDP-1x yang dinilai sebagai salah satu temuan signifikan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, selaku Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina menyampaikan bahwa eksplorasi merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan energi.
“Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia,” sambung dia.
Sumur MDP-1x berhasil dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter hingga menembus lapisan Formasi Yakin. Meski target utama Formasi Yakin hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi (high pressure), PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya yang menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Berdasarkan hasil uji alir (drill stem test) pada zona Sepinggan Carbonate Sequence (SCS), yang merupakan hasil evaluasi lanjutan dari temuan sumur Manpatu-1x pada tahun 2022, terkonfirmasi bahwa reservoir karbonat dan batu pasir di zona tersebut memiliki kemampuan produksi yang baik.
Baca juga:
Dengan interval uji alir sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa blok migas yang telah memasuki fase matang masih memiliki potensi yang signifikan apabila dikelola melalui penerapan inovasi dan teknologi yang tepat," tandas dia.