Luhut Binsar Pandjaitan Klaim Indonesia Paling Telaten Lawan COVID-19 dalam Memori Hari Ini, 3 Januari 2022

JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 3 Januari 2022, Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan tegaskan Indonesia paling telaten melawan pandemi COVID-19. Semuanya karena perlawanan terhadap virus korona dilakukan dari jajaran paling atas hingga bawah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengungkap tidak optimalnya pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus dari Wuhan. Jokowi meminta rakyat berdamai dengan COVID-19 sampai hadirnya vaksin.

Virus korona pernah dipandang bak lelucon oleh segenap negara di dunia. Tak sedikit yang menganggap korona seperti layaknya influenza biasa. Alias virus yang bakal hilang dengan cepat lewat istirahat dan minum obat teratur. Namun, anggapan banyak pemimpin dunia meleset.

Virus dari Wuhan mampu menular dengan cepat – berbahaya pula. Virus itu bisa menyebabkan kematian dan kepanikan. Belakangan dunia pun panik karena virus yang mulanya hanya di China mulai menyebar ke seantero dunia.

Indonesia sendiri panik bukan main kala virus korona terdeteksi pada Maret 2020. Pemerintah Indonesia kelabakan. Empunya pemerintahan tak punya gebrakan terukur memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Segala macam solusi memang sering digulirkan, tapi banyak gagalnya.

Belum lagi panduan menghadapi COVID-19 dari badan kesehatan dunia, WHO yang kerap berubah-ubah. Kondisi itu membuat virus korona kian menyebar dan berbahaya. Dampaknya tak melulu kepada munculnya korban jiwa. Namun, korona bawa pengaruh besar bagi hajat hidup orang banyak.

Aktivitas ekonomi banyak lumpuh. Perusahaan yang gulung tikar bejibun. Mereka yang dipecat dari pekerjaannya tak kalah banyak. Alhasil, Jokowi muncul memberikan rakyatnya kekuatan menghadapi COVID-19.

Jokowi meminta segenap rakyat Indonesia tak menyerah. Jokowi meminta rakyat untuk terus produktif. Ia juga mengajak untuk berdamai dengan virus korona. Ajakan berdamai itu dilakukan karena Jokowi melihat satu-satunya opsi yang bisa melawan COVID-19 adalah menanti vaksin COVID-19.

"Belum, ya. Tetapi kita ingin terus akan melihat angka-angka. Akan melihat fakta-fakta di lapangan. Intinya, kita harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita keliru memutuskan. Tetapi, kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini.”

“Kondisi yang terkena PHK, kondisi masyarakat yang tidak berpenghasilan lagi. Ini harus dilihat. Kita ingin masyarakat produktif dan tetap aman dari COVID-19. Ya, beraktivitas, ya. Dan kita memang harus berkompromi dengan COVID-19, bisa hidup berdampingan dengan COVID-19. Yang kemarin saya bilang, kita harus berdamai dengan COVID-19," ungkap Jokowi sebagaimana dikutip lamandetik.com, 16 Mei 2020.

Perlawanan terhadap COVID-19 terus dilakukan. Kehadiran vaksin yang dianggap sebagai jawaban belum benar-benar efektif. Kritik pun muncul dari mana-mana. Namun, pemerintah punya pandangan berbeda.

Luhut Binsar Pandjaitan yang pernah menjabat Menko Marves era 2016-2024. (ANTARA)

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan tegaskan Indonesia paling telaten lawan COVID-19 pada 3 Januari 2022. Luhut tak hanya membandingkan Indonesia dengan negara di Benua Asia saja, tapi dunia. Kondisi itu karena Luhut menganggap pemerintah telah bekerja dengan baik.

Semuanya karena koordinasi terkait memutus mata rantai COVID-19 sudah dilakukan sistematis, dari jajaran paling atas hingga bawah. Luhut percaya diri bahwa upaya memutus mata rantai COVID-19 selangkah lagi terwujud.

“Kalau Anda lihat, hampir tidak ada (negara) di dunia ini sekarang, yang telatennya seperti kita menangani COVID-19 ini. Artinya terpadu, terintegrasi, holistik, dan ada meeting reguler yang dilakukan dari mulai pimpinan tertinggi sampai ke bawah. Tadi Presiden juga sampaikan pesan, penanganan (yang baik) bukan hanya COVID-9, yang lain pun harus kita laksanakan seperti ini sehingga betul-betul bisa menyelesaikan masalah,” ujar Luhut sebagaimana dikutip lamanANTARA, 3 Januari 2022.