Menkomdigi Pastikan Layanan Komunikasi Tetap Terjaga selama Libur Nataru 2026
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menugaskan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) di berbagai daerah untuk bersiaga selama periode libur Tahun Baru 2026.
Pemantauan frekuensi ini diharapkan bisa membantu menjaga kualitas layanan komunikasi di jalur perjalanan, kawasan wisata, dan titik aktivitas publik yang ramai selama libur akhir tahun.
“Meskipun ini waktu libur, teman-teman terus bekerja untuk mendukung dan memberikan pelayanan bagi masyarakat,” kata Meutya dalam siaran resminya Selasa, 30 Desember.
Bahkan, di wilayah yang menghadapi bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan, Balmon juga melakukan pemantauan tambahan.
Baca juga:
Upaya ini membantu warga tetap terhubung untuk mengakses informasi dan berkomunikasi dalam kondisi darurat.
“Masyarakat dapat berlibur dengan tetap terhubung, tetap terkoneksi, sehingga dapat melakukan perjalanan dan liburan bersama keluarga dengan tenang dan nyaman,” ujar Meutya.
Hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan layanan komunikasi pada periode libur besar berikutnya agar manfaatnya terus dirasakan publik.
Sementara itu, Kementerian Komdigi sudah memprediksi lonjakan traffic jaringan telekomunikasi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sebesar 30 persen, dibandingkan hari biasa.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, operator seluler juga telah melakukan optimalisasi di sejumlah Point of Interest (POI) di pusat-pusat keramaian dan liburan selama periode tersebut.
Komdigi juga membentuk Satuan Tugas posko bersama di 255 titik untuk melakukan pemantauan kualitas layanan telekomunikasi dan pemantauan spektrum frekuensi radio di 35 UPT Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio yang dilaksanakan mulai tanggal 19 Desember sampai dengan 4 Januari 2026.