Giring Ganesha Akui DO dari Universitas Paramadina dalam Memori Hari Ini, 29 Desember 2021

JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 29 Desember 2021, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha (Giring Nidji) akui dirinya kena drop out (DO) dari Universitas Paramadina. Ia menganggap kesibukan bermusik membuatnya keluar dari Paramadina.

Sebelumnya, Giring dikenal getol dalam mengecam gaya kepemimpinan Anies Baswedan. Giring menganggap Gubernur DKI Jakarta yang mantan Rektor Universitas Paramadina itu tak lebih dari seorang pembohong.

Kepemimpinan Anies Baswedan di Jakarta penuh dengan dinamika. Ia kerap dibanding-bandingkan dengan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Anies dianggap tak lebih unggul dengan Ahok dalam beberapa hal. Namun, bukan berarti Anies tak punya prestasi.

Gebrakan Anies memimpin Jakarta tak sedikit. Langkah yang paling dikenang banyak orang adalah gerak cepat Anies dalam memutus mata rantai penularan pandemi COVID-19. Anies dianggap sebagai pemimpin yang cekatan.

Anies seraya berpikir selangkah lebih maju dari pemerintah. Ia meningkatkan tes COVID-19. Ia segera menutup segala macam pusat hiburan. Para pekerja diminta bekerja di rumah bagi mereka yang bukan pekerja non-esensial. Kepemimpinan Anies mendapatkan pujian dari sana-sini.

Namun, tak semua menganggap langkah Anies sebagai prestasi. Ambil contoh Giring Ganesha. Plt Ketua Umum PSI itu menganggap Anies sebagai pembohong ulung. Anies dianggapnya hanya pura-pura peduli kepada warga Jakarta yang menderita karena pandemi COVID-19.

Ia menilai Anies telah gagal sebagai Gubernur DKI Jakarta karena dianggap membelanjakan uang pemerintah justru tak sesuai urgensi. Anies banyak mengeluarkan dana untuk penyelenggaraan balap mobil Formula E.

Kondisi itu miris karena di tengah Pandemi COVID-19 yang membuat warga Jakarta sakit hingga meninggal. Giring pun mengimbau rakyat Indonesia jangan memberikan ruang kepada Anies dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi.”

"Pura-pura peduli adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti pada 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," ungkap Giring sebagaimana dikutip lamandetik.com, 22 September 2021.

Komentar Giring terkait Anies jadi polemik. Alih-alih banyak yang mendukung pernyataannya, Giring justru kena kritik. Giring dianggap tak punya kapasitas mengkritik Anies. Apalagi, Giring dipandang dulunya sebagai mahasiswa yang di DO dari Universitas Paramadina.

Kampus Universitas Paramadina di Cipayung, Jakarta Timur. (Wikimedia Commons)

Suatu kampus yang di mana Anies Baswedan pernah menjadi rektor. Pandangan itu membuat Giring geram. Ia bukan kena DO karena kecerdasan tak mumpuni. Ia kemudian angkat bicara pada 29 Desember 2021. Giring mengungkap bahwa dirinya memang pernah di DO dari Universitas Paramadina.

Ia kena DO dua kali. Pertama Giring yang masuk ambil Jurusan Hubungan Internasional pada 2002 di DO pada 2011. Giring kemudian masuk kembali ke Paramadina pada 2017. Namun, ia kembali di DO pada 2020.

Ia menganggap alasannya di DO karena ia lebih memilih merangkai karier sebagai musisi ketimbang aktif belajar di kampus. Namun, ia jua mengungkap bahwa dirinya tak pernah berjumpa dengan Anies semasa berkuliah di Paramadina.

"Saya Giring, dan saya bangga pernah berkuliah di Universitas Paramadina. Setelah berjalan selama beberapa semester ternyata saya dihadapkan pada dua pilihan, melanjutkan kuliah atau membangun karir di industri musik, kemudian saya memilih untuk membangun karir saya di dunia musik bersama Nidji.

"Dan di kampus Paramadina saya tidak pernah bertemu langsung dengan Mas Anies. Jadi ketika Mas Anies menjadi rektor saya sudah tidak aktif lagi di kampus," ujar Giring sebagaimana dikutip lamansuara.com, 29 Desember 2021.