SPAM Rantau di Aceh Tamiang Kembali Berfungsi usai Diperbaiki Selama Dua Pekan
JAKARTA - Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dipastikan telah berfungsi kembali pascabanjir bandang pada akhir November lalu.
Pada saat bencana, sejumlah komponen SPAM Rantau terdampak, antara lain tanggul di sekitar kompleks Instalasi Pengolahan Air (IPA), bangunan intake, reservoir hingga sistem pompa dan panel listrik.
Setelah dilakukan identifikasi infrastruktur terdampak pascabencana, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh Ditjen Cipta Karya Kementerian PU mulai melakukan pembersihan akses menuju lokasi SPAM, pengecekan menyeluruh terhadap pompa intake, panel listrik serta pompa dosing. Dengan demikian, instalasi dapat kembali dioperasikan secara bertahap.
Kepala BPBPK Aceh Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Tommy Permadhi menyampaikan rasa syukur atas berfungsinya kembali SPAM Rantau setelah dilakukan penanganan selama sekitar dua pekan.
"Alhamdulillah, IPA sudah berfungsi di Rantau, Aceh Tamiang. Saat ini, SPAM Rantau telah berfungsi dan dapat kembali melayani kebutuhan air bersih masyarakat," ujar Tommy dalam keterangan resmi, Senin, 29 Desember.
Penanganan SPAM Rantau menjadi bagian dari rangkaian upaya Kementerian PU dalam memastikan pemulihan layanan dasar pascabencana di Aceh Tamiang, sejalan dengan dukungan penyediaan air bersih melalui IPA mobile, mobil tangki air, sumur bor dan hidran umum selama masa tanggap darurat.
Diketahui, SPAM IKK Rantau merupakan salah satu SPAM prioritas di Kabupaten Aceh Tamiang dengan kapasitas eksisting 40 liter per detik dan berfungsi melayani masyarakat di Kecamatan Rantau dan sekitarnya.
Baca juga:
Selain mengaktifkan kembali SPAM Rantau, Kementerian PU juga terus menyiapkan langkah lanjutan berupa rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur air minum, termasuk perbaikan bangunan intake, IPA, reservoir serta peningkatan keandalan sistem distribusi.
Upaya tersebut dilakukan agar layanan air minum ke depan menjadi lebih tangguh terhadap risiko bencana.
Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan layanan air minum sekaligus mempercepat pemulihan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Aceh Tamiang.