Kremlin Sebut Putin dan Trump Tidak Mendukung Gagasan Gencatan Senjata Sementara
JAKARTA - Kremlin mengatakan pada Hari Minggu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mendukung upaya Eropa-Ukraina untuk gencatan senjata sementara sebelum penyelesaian, dan mengatakan Moskow berpikir Kyiv perlu mengambil keputusan tentang Donbas.
Asisten kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov, mengatakan, percakapan telepon antara kedua pemimpin berlangsung selama 1 jam 15 menit, berlangsung atas permintaan Presiden Trump jelang pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
"Yang utama adalah, Presiden Rusia dan Amerika Serikat memiliki pandangan yang sama, opsi gencatan senjata sementara yang diusulkan oleh Ukraina dan Eropa dengan dalih persiapan referendum atau dengan dalih lain hanya akan memperpanjang konflik dan penuh dengan permusuhan baru," jelas Ushakov, melansir Al Arabiya dari Reuters (29/12).
Lebih jauh Ushakov mengatakan, agar pertempuran berakhir, Kyiv perlu membuat "keputusan berani" sesuai dengan diskusi Rusia-AS tentang Donbas.
"Mengingat situasi saat ini di garis depan, akan masuk akal bagi rezim Ukraina untuk membuat keputusan ini mengenai Donbas," ujarnya.
Rusia, yang menguasai 90 persen Donbas, menginginkan Ukraina menarik pasukannya dari 10 persen wilayah yang masih dikuasai pasukan Kyiv. Secara keseluruhan, Rusia menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina.
Presiden Trump diketahui telah berulang kali berjanji untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Utusan khususnya, Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner telah bernegosiasi dengan Rusia, Ukraina dan kekuatan Eropa.
Baca juga:
Ukraina dan sekutu Eropanya khawatir Presiden Trump dapat mengkhianati Ukraina dan membiarkan kekuatan-kekuatan Eropa menanggung biaya untuk mendukung Ukraina yang hancur setelah pasukan Rusia merebut 12-17 kilometer persegi wilayah Ukraina per hari pada tahun 2025.
"Donald Trump mendengarkan dengan saksama penilaian Rusia tentang prospek nyata untuk mencapai kesepakatan," ungkap Ushakov.
"Trump terus-menerus mengejar gagasan, sangat penting untuk mengakhiri perang secepat mungkin, dan berbicara tentang prospek kerja sama ekonomi yang mengesankan antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina yang sedang terbuka," tandasnya.