Promotor Malaysia Klaim Ditipu Rp1,4 Miliar Saat Rencanakan Konser Sheila on 7

JAKARTA - Kabar kurang menyenangkan datang dari industri hiburan Negeri Jiran yang menyeret nama band asal Yogyakarta, Sheila on 7.

Musisi sekaligus promotor asal Malaysia, Ariff Bahran, mengaku telah menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai 425 ribu Ringgit Malaysia atau setara dengan Rp1,4 miliar.

Insiden ini bermula dari keinginan Ariff untuk memboyong Duta cs guna memuaskan kerinduan para Sheila Gank di Malaysia pada medio 2024 lalu.

Alih-alih panggung megah, Ariff justru harus menelan pil pahit lantaran uang yang telah disetorkan raib tanpa kejelasan hingga penghujung tahun 2025.

Melalui unggahan video di akun Instagram @capricedaddycap, Ariff membeberkan kronologi kerugian finansial yang dialami bersama rekan-rekannya.

Ia mengaku telah mentransfer sejumlah uang kepada seseorang yang mengklaim memiliki akses langsung ke manajemen Sheila on 7.

Meski pembayaran telah dilunasi sejak tahun lalu, kesepakatan tersebut tidak pernah terealisasi. Pihak penyelenggara yang hingga kini dirahasiakan identitasnya juga sempat menjanjikan pengembalian dana, namun janji itu terbukti nihil.

"Saya, Ariff Bahran dan rekan-rekan, terlibat dalam kasus penipuan sebanyak 425 ribu RM. Event organizer seharusnya membawa Sheila on 7 ke Malaysia tahun lalu untuk mengadakan suatu konser, tetapi akhirnya gagal," kata Ariff.

Ia menekankan, langkah memviralkan kasus ini bukan bertujuan untuk mencari popularitas semata, melainkan sebagai upaya terakhir agar mendapatkan perhatian publik dan pihak berwenang guna mempercepat proses hukum.

Keluhan serupa ternyata juga dirasakan oleh rekan sejawatnya yang ikut menanamkan modal dalam rencana konser tersebut.

"Mereka setuju untuk bayar balik. Tetapi sampai sekarang, uang kami belum dibayar. Sesudah satu tahun," tambah Ariff dengan nada kecewa.

Kasus ini menambah daftar panjang karut-marut dunia promotor musik lintas negara yang melibatkan nama-nama besar.

"Tolong aku dan teman-teman. Kami viralkan ini bukan untuk mencari popularitas, tetapi agar kasus ini mendapat perhatian publik dan bisa dipercepat prosesnya. Aku mohon," pungkasnya.