Persija Lawan Bhayangkara FC Tanpa Mauricio Souza, Manajemen Sudah Jalin Komunikasi Intensif

JAKARTA - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza dipastikan absen mengawal tim di laga kontra Bhayangkara FC di laga tunda Super League 2025/2026.

Meski begitu, manajemen tak khawatir sebab sudah mengantisipasinya dengan menjalin komunikasi intensif.

Persija akan menghadapi Bhayangkara di laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026 pada Senin, 29 Desember malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pada laga itu, Souza tidak akan mendampingi Persija karena akumulasi kartu kuning.

Pelatih asal Brasil itu diketahui telah mendapatkan kartu kuning pada pertandingan melawan Persis Solo, 16 Agustus, Borneo FC pada 28 September dan Arema FC pada 8 November.

Absennya Souza bakal digantikan asisten pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson.

Soal tugas yang bakal diemban, Ricky menegaskan sudah mengantisipasi hal itu karena pihaknya telah menjalin banyak komunikasi dengan pelatih kepala Mauricio Souza.

“Masalah komunikasi dengan pelatih kepala (Souza) sudah kita jalin selama latihan dari setelah (lawan Semen) Padang untuk persiapan Bhayangkara.” buka Ricky Nelson saat konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu, 28 Desember.

“Secara rutin ada pertemuan tim pelatih dengan pelatih kepala, semua kita siapkan dengan tim pemain juga,” lanjutnya.

Meski Souza sudah menerima tiga kartu kuning, absennya pelatih Brasil itu pada laga kontra Bhayangkara merupakan hukuman dari kartu kuning yang diterimanya pada laga melawan Persis dan Borneo.

Hal itu sesuai peraturan BRI Super League 2025/2026, yang menyatakan pelatih atau ofisial yang mendapatkan dua kartu kuning dan kelipatan dua lainnya, harus absen pada pertandingan berikutnya.

Bhayangkara yang jadi lawan saat ini menghuni posisi ke-10, di klasemen sementara Super League dengan 19 poin atau tertinggal 10 poin dari Persija.

Bhayangkara juga tengah berada di tren buruk dalam tiga laga terakhirnya karena menelan dua kekalahan dan satu kali imbang.

Meski demikian, Ricky mengingatkan bahwa The Guardians tidak dapat dipandang remeh, apalagi mereka memiliki beberapa pemain yang pernah berseragam Persija.

“Bahkan ya kita juga mencermati beberapa pemain yang memang asal dari Persija, seperti Frengky (Messa), seperti (Muhammad) Ferarri, ada Firza (Andika) juga. Jadi walaupun secara peringkat memang dia di 10 apa 11 saya kurang (tahu) sekarang posisinya, tetapi dia adalah tim yang berbahaya,” tutur Ricky.

“Semua tim yang menghadapi Bhayangkara itu kesulitan menghadapi Bhayangkara. Dan dia merupakan tim yang kebobolan paling sedikit di antara semua tim (kemasukan 11 gol), walaupun posisi di bawah. Sehingga itu merupakan catatan kami bahwa ini bukan tim sembarangan, ini bukan tim yang mudah dikalahkan,” pungkas dia.