Pemanfaatan Gas Bumi Domestik per September Capai 3.895,85 BBTUD
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, sepanjang Januari-September 2025 realisasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri mencapai 3.895,85 Billion British Thermal Units per Day (BBTUD)
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Hendra Gunawan merinci sektor industri masih menjadi penyerap gas terbesar dengan realisasi 1.419,10 BBTUD. Kemudian disusul domestik LNG sebesar 745,00 BBTUD, dan sektor kelistrikan 740,17 BBTUD.
Sementara itu, ekspor LNG tercatat masih berada di angka 1.285,82 BBTUD dan ekspor gas pipa 412,82 BBTUD.
"Rata-rata pemanfaatan gas bumi sebesar 5.594 BBTUD, gas yang diserap domestik sebesar 3.895 BBTUD, dan ekspor sebesar 1.698 BBTUD. Sehingga pemanfaatan gas domestik mencapai sekitar 69,65 persen,” kata Hendra, dikutip Rabu, 24 Desember.
Lebih lanjut Hendra menjelaskan, untuk mendukung distribusi, pemerintah terus mengakselerasi pembangunan jaringan transmisi. Proyek pipa Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 sepanjang 245 kilometer ditargetkan rampung pada tahun 2025.
Baca juga:
Di sisi lai, pemerintah juga terus mendorong pembangunan pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem) untuk mengintegrasikan jaringan pipa di Pulau Sumatra yang menghubungkan Kawasan Industri Arun Belawan Medan (KIM) hingga KEK Sei Mangkei.
Di wilayah kepulauan, pemerintah mengandalkan skema non-pipa. Pembangunan pipa West Natuna Transportation System (WNTS) di Pulau Pemping juga krusial untuk mengalirkan gas dari Natuna ke Batam.
“Dengan begitu, gas akan terserap optimal untuk kebutuhan domestik. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, konsep LNG sebagai virtual pipeline memanfaatkan LNG tanker untuk distribusi ke berbagai fasilitas energi yang menjangkau semua kawasan region di seluruh Indonesia,” tutup Hendra.