Rusia Dukung Venezuela Hadapi AS Usai Penyitaan 2 Kapal Tanker Minyak
JAKARTA - Rusia menyatakan mendukung Venezuela yang menghadapi ketegangan dengan AS berujung pada disitanya kapal-kapal tanker minyak terkait negara Amerika Selatan itu.
Janji Rusia itu terungkap dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dengan Menlu Venezuela Yvan Gil pada Senin 22 Desember waktu setempat.
Percakapan itu terjadi menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang membahas krisis yang meningkat antara Venezuela dan AS pada hari ini, Selasa 23 Desember.
“Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington [AS] di Laut Karibia, yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi kawasan tersebut dan mengancam pelayaran internasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia terkait percakapan Lavrov-Yvan, dikutip AFP.
Dalam percakapan telepon itu, dibahas juga kecaman terhadap tindakan militer AS, termasuk serangan terhadap kapal-kapal diduga terlibat perdagangan narkoba dan baru-baru ini penyitaan dua kapal tanker minyak terkait Venezuela.
Militer AS menyita kapal tanker Skipper pada 10 Desember. Kemudian pada Sabtu pekan lalu, pasukan AS menyita kapal tanker Centuries.
Kapal-kapal yang memasuki atau meninggalkan perairan Venezuela disita lantaran dianggap AS memasok minyak ke negara-negara yang dikenai sanksi Presiden AS Donald Trump.
Pada Minggu 21 Desember, militer AS juga mengejar satu kapal tanker minyak dekat Venezuela.