Virgil van Dijk Maafkan Tekel Keras Xavi Simons
JAKARTA - Virgil van Dijk mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Xavi Simons setelah tekel yang berujung kartu merah bagi gelandang tersebut dalam kemenangan Liverpool 2-1 atas Tottenham Hotspur pada Minggu, 21 Desember 2025 WIB.
Dia menegaskan bahwa rekan setimnya di Tim Nasional Belanda itu tidak bermaksud melukainya.
Simons diusir pada babak pertama pertandingan Tottenham melawan The Reds setelah tinjauan VAR menunjukkan bahwa pemain berusia 22 tahun itu telah melakukan tekel ke bagian belakang betis Van Dijk.
Pengusirannya membuka jalan bagi Liverpool untuk mengamankan kemenangan yang membawa mereka naik ke posisi kelima klasemen Liga Inggris, sementara Spurs turun ke posisi ke-13.
Baca juga:
"Saya rasa tidak ada niat untuk melukai saya, tetapi jelas dia melukai saya. Kemudian wasit dan VAR membuat keputusan untuk mengusirnya."
"Saya berbicara dengannya. Itu adalah obrolan yang tidak perlu diketahui siapa pun," kata Van Dijk.
Kemenangan Liverpool harus dibayar mahal, dengan penyerang Alexander Isak terpaksa keluar lapangan beberapa saat setelah mencetak gol pembuka tim tamu di London utara.
Pemain berusia 26 tahun itu tampak sangat kesakitan setelah bertabrakan dengan bek Spurs, Micky van de Ven. The Reds kini harus menunggu dengan cemas untuk mengetahui seberapa parah cederanya.
"Cedera sayangnya adalah bagian dari sepak bola dan semoga cedera Alex tidak terlalu parah. Dia mencetak gol yang bagus. Terlalu dini setelah pertandingan untuk mengetahui (sejauh mana cederanya). Dia perlu diperiksa."
"Kita semua melihat betapa buruknya cedera Alex, tetapi semoga tidak terlalu parah," ujar Van Dijk.
Sementara itu, Liverpool kini tak terkalahkan dalam enam pertandingan di semua ajang, tetapi mereka hampir kebobolan gol penyeimbang pada menit-menit terakhir melawan Spurs yang bermain dengan sembilan pemain--setelah Cristian Romero menerima kartu kuning kedua pada injury time babak kedua.
"Reaksi langsung setelah keluar lapangan bahwa lima hingga 10 menit terakhir sangat kacau. Hasilnya tidak luar biasa, tetapi mendapatkan tiga poin ialah hal sangat penting."
"Tidak ada yang salah sampai kami kebobolan gol. Kami perlu menganalisis bagian terakhir, tetapi secara pribadi saya sangat senang dan sekarang kami fokus ke pertandingan berikutnya."
"Ketika Anda kebobolan dan para suporter lawan mendukung penuh, tidak pernah mudah untuk membuat keputusan yang tepat dan menemukan solusi yang tepat."
"Itu adalah sesuatu yang dapat kami tingkatkan, tetapi saya rasa itu tidak mengkhawatirkan. Ini adalah masa transisi dan kami perlu terus menjadi lebih baik," ujar Van Dijk mengenai penampilan tersebut.
The Reds punya waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi Wolverhampton Wanderers selepas Natal. Meski lawannya menghuni juru kunci klasemen, Van Dijk menegaskan tak ada kata untuk meremehkan.
Soalnya, Liverpool butuh kemenangan demi kemenangan agar tetap di jalur perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini.
"Memenangi lebih banyak pertandingan, mendapatkan hasil, selalu positif. Kalah dalam pertandingan, terutama di klub seperti Liverpool, selalu buruk. Bagi kami, ini tentang tetap tenang. Menghadapi setiap pertandingan satu per satu."
"Hari ini kami menang. Sekarang kami memiliki beberapa hari libur. Kami akan memulihkan diri dan kemudian kami akan fokus kepada Wolves."
"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Saya melihat pertandingan mereka melawan Spurs. Wolves akan mempersulit kami dan kami harus siap untuk itu."
"Pertama-tama kami merayakan Natal. Bersama keluarga dan tetap sehat ialah hal terpenting dalam hidup," tutur Van Dijk.