Waspada, Ini Satu Kebiasaan Pagi yang Picu 90 Persen Serangan Jantung
JAKARTA - Serangan jantung bisa terjadi pada siapa pun dan di mana saja. Seorang dokter mengungkapkan 90 persen kasus serangan jantung terjadi karena satu kebiasaan pagi yang sering dilakukan banyak orang.
Kebiasaan pagi tersebut adalah membiarkan tubuh minim gerak. Dr. Sana Sadoxai mengatakan bahwa risiko serangan jantung justru dimulai sejak seseorang bangun tidur dan langsung pasif.
“Bahaya sebenarnya dimulai saat Anda bangun dan tetap diam,” kata Sadoxai, dikutip dari Mirror UK.
Sadoxai menjelaskan banyak orang bangun tidur langsung memegang ponsel, duduk terlalu lama, lalu berangkat tanpa aktivitas fisik sama sekali. Kebiasaan ini membuat tubuh berada dalam kondisi kurang bergerak dan peradangan tinggi.
Baca juga:
- Jangan Malu Berbahasa Daerah Jika Ingin Kelestarian Budaya Indonesia Terjaga
- Lebih dari 300 Suku, 700 Bahasa: Mengapa Keberagaman di Indonesia Harus Dijaga dan Dilestarikan?
- Cara Melestarikan Kearifan Lokal yang Wajib Diketahui Sebelum Terlambat
- Menghidupkan Tradisi Lisan Dapat Dijadikan Upaya Pelestarian Budaya bagi Generasi Muda
Kebiasaan tersebut akan secara perlahan mempercepat resistensi insulin, penumpukan lemak perut, tekanan darah tinggi, hingga gangguan metabolisme. Seluruh faktor itu akan meningkatkan risiko serangan jantung dini, terutama pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
“Berat badan, metabolisme, dan kesehatan jantung saling terkait. Mengabaikan kebiasaan pagi ini merupakan ancaman tersembunyi. Mengubahkan bisa menyelamatkan nyawa,” jelasnya.
Disarankan untuk segera mengubah kebiasaan pagi tersebut, demi kesehatan tubuh, terutama jantung tetap terjaga dengan baik. Dengan 5 sampai 7 menit aktivitas ringan saat pagi, risiko serangan jantung bisa ditekan.
Aktivitas sederhana yang bisa dilakukan setelah bangun tidur adalah jalan cepat, peregangan, atau latihan pernapasan dapat memantu melancarkan sirkulasi darah, mengaktifkan metabolisme, menstabilkan kadar gula darah, hingga melindungi kesehatan jantung.