Dampak Gempa Simeulue: Puluhan Luka, Kerugian Tembus Rp121,5 Miliar

SIMEULUE - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, mencatat kerugian akibat gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo yang mengguncang wilayah kepulauan tersebut pada 26 November mencapai Rp121,5 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simeulue Zulfadli mengatakan gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan milik warga hingga berbagai fasilitas umum di sejumlah wilayah.

“Kerugian akibat gempa pada akhir November tersebut mencapai Rp121,5 miliar. Angka ini masih bersifat sementara dan masih dalam proses penghitungan,” kata Zulfadli di Simeulue, Senin, 22 Desember.

Ia merinci, kerusakan meliputi sembilan unit sarana pemerintahan dengan estimasi kerugian sementara Rp372 juta. Selain itu, tercatat 54 unit sarana pendidikan rusak dengan estimasi kerugian mencapai Rp2,2 miliar.

Kerusakan juga terjadi pada delapan unit sarana kesehatan dengan nilai kerugian sekitar Rp670 juta. Sementara itu, sembilan unit rumah ibadah mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian mencapai Rp1,35 miliar.

“Selanjutnya, sebanyak 78 unit rumah warga rusak dengan nilai estimasi kerugian sementara Rp985 juta, serta 27 unit sarana umum dengan estimasi kerugian mencapai Rp115,95 miliar,” ujar Zulfadli.

Selain kerusakan fisik, gempa tersebut juga mengakibatkan korban luka dan cedera. BPBD mencatat sedikitnya 20 orang terdampak gempa yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Simeulue.

“Untuk korban luka dan cedera tercatat sebanyak 20 orang. Data ini masih sementara dan sewaktu-waktu dapat berubah,” kata Zulfadli.

Terkait penanganan pascabencana, Zulfadli menyebutkan bantuan darurat telah disalurkan kepada masyarakat terdampak, mulai dari tenda darurat, bahan makanan, hingga pakaian.

“Bantuan darurat sudah kami salurkan kepada korban. Sementara untuk pembangunan kembali, saat ini masih dalam tahap pendataan dan perencanaan,” ujarnya.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh yang berada di Samudra Hindia, sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra. Daerah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak 1999 dan memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong yang dihuni sekitar 94.000 jiwa.