Distribusi Buah Jelang Nataru, Pramono Minta Renovasi Pasar Induk Kramat Jati Rampung 5 Hari

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan jajarannya untuk merenovasi los buah C2 Pasar Induk Kramat Jati pascakebakaran dalam tenggat waktu lima hari. Hal ini disampaikan saat meninjau langsung lokasi terdampak yang menghanguskan ratusan kios pedagang.

Pramono menegaskan, penanganan pascakebakaran harus bergerak cepat agar aktivitas perdagangan, terutama distribusi kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, tidak terganggu.

Sebab, menurut Pramono, Pasar Induk Kramat Jati dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi buah di Jakarta dengan perputaran transaksi harian yang bisa mencapai Rp100 juta.

"Dari hasil perhitungan, diperkirakan kerugian kebakaran mencapai Rp10 miliar. Penanganan ini saya minta dilakukan cepat. Maksimal lima hari harus selesai agar tidak mengganggu suplai dan pengadaan komoditas, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Saya yakin semuanya bisa tertangani dengan baik," kata Pramono, Selasa, 16 Desember.

Pramono menyebut bangunan pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya telah diasuransikan. Dengan skema tersebut, proses renovasi akan dilakukan melalui mekanisme perusahaan asuransi agar pengerjaan berjalan cepat dan terukur.

"Seperti yang disampaikan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, kawasan ini diasuransikan. Renovasi selanjutnya akan ditangani melalui mekanisme asuransi," ujarnya.

Untuk menjaga roda perekonomian tetap bergerak, Pemprov DKI menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi para pedagang. Lokasi tersebut berada sekitar 100 meter dari area kebakaran dan disiapkan agar aktivitas jual beli tetap berlangsung selama proses renovasi.

Selain pemulihan fisik bangunan, Pramono juga menyoroti aspek pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan perbaikan sistem kelistrikan yang diduga menjadi penyebab kebakaran, serta penambahan fasilitas keselamatan di kawasan pasar.

"Dalam renovasi nanti, saya minta aspek pencegahan korsleting listrik diperbaiki dengan lebih baik. Untuk hidran kebakaran, akan dilakukan penambahan karena memang dibutuhkan di kawasan ini," ujar Pramono.

Karena itu, Pemprov DKI melibatkan Bank Jakarta untuk mempermudah akses pembiayaan bagi pedagang terdampak kebakaran.

Sebagai langkah darurat, Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp5 juta kepada masing-masing dari 121 pedagang terdampak untuk menjaga keberlangsungan usaha selama pasar belum sepenuhnya pulih.

"Para pedagang meminta kemudahan kredit, bahkan ada yang mengajukan hingga Rp500 juta. Saya yakin Bank Jakarta akan memenuhi karena ini pedagang dengan omzet yang jelas dan klien yang loyal," pungkas Pramono.

Sebagai informasi, kebakaran yang terjadi pada Senin, 15 Desember, berdampak pada 350 kios yang ditempati sekitar 121 pedagang, dengan luas area terdampak mencapai 6.196 meter persegi. Berdasarkan perhitungan awal, kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp10 miliar.