Peugeot 103 Bangkit Lagi sebagai Moped Listrik Bernuansa Retro

JAKARTA - Peugeot resmi menghidupkan kembali salah satu kendaraan roda dua paling ikonik dalam sejarahnya, Peugeot 103. Namun kali ini, moped legendaris tersebut lahir kembali dalam wujud yang sepenuhnya berbeda, yakni sebagai moped listrik modern yang dirancang untuk mobilitas perkotaan.

Bagi generasi yang tumbuh di era kejayaan moped Eropa, nama Peugeot 103 menyimpan nostalgia tersendiri. Model bermesin bensin ini pertama kali meluncur pada 1971 dan dengan cepat menjadi salah satu moped terlaris sepanjang masa.

Desainnya yang sederhana, biaya kepemilikan yang rendah, serta kemudahan dikendarai termasuk tidak memerlukan SIM sepeda motor penuh di sejumlah negara. Itu membuatnya sangat digemari, terutama di kalangan pengendara muda.

Selama puluhan tahun, Peugeot 103 diproduksi dalam jumlah besar dengan beragam varian dan edisi khusus. Popularitasnya paling terasa di Prancis, di mana moped ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di kota besar maupun wilayah pedesaan.

Kesederhanaan mekanisnya juga membuat Peugeot 103 akrab dengan dunia kustomisasi, memperkuat citranya bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol kebebasan dan perjalanan bagi banyak generasi. Lebih dari lima dekade berselang, Peugeot mencoba mengulang kesuksesan tersebut di era elektrifikasi.

Melansir dari Electrek, Senin, 15 Desember, Peugeot 103 versi listrik diposisikan sebagai kendaraan ringan yang fokus pada penggunaan harian di perkotaan. Alih-alih mengejar performa tinggi, pabrikan asal Prancis itu tetap setia pada filosofi dasar model aslinya, yakni praktis, mudah digunakan, dan fungsional sebagai alat transportasi sehari-hari.

Informasi awal menyebutkan, moped listrik ini akan ditawarkan dengan pilihan baterai lepas-pasang berkapasitas 1,6 kWh atau 2,2 kWh. Spesifikasi tersebut sejalan dengan karakter moped listrik komuter, yang mengutamakan jarak tempuh memadai untuk perjalanan singkat dan pulang-pergi, sekaligus tetap ringan dan mudah diisi daya di luar kendaraan.

Dari sisi desain, Peugeot jelas menonjolkan nuansa retro. Siluet dan detail visual Peugeot 103 listrik mengambil inspirasi langsung dari model klasiknya, namun dipadukan dengan elemen modern seperti lampu LED dan sistem elektronik terkini.

Di balik bodinya, kendaraan ini diperkirakan berbagi teknologi dengan konsep listrik Peugeot SPx, sehingga tetap mengusung sistem penggerak listrik yang mutakhir tanpa mengorbankan kesederhanaan. Menariknya, tidak terlihat adanya pedal pada model ini, yang membuatnya lebih mendekati kategori noped ketimbang moped konvensional.

Meski demikian, pendekatan tersebut justru menempatkan Peugeot 103 listrik sejalan dengan tren kendaraan roda dua listrik ringan yang kini semakin populer sebagai solusi komuter perkotaan.

Kebangkitan kembali Peugeot 103 dinilai sebagai langkah strategis.

Di tengah semakin ketatnya pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil di kota-kota besar dan meningkatnya dorongan menuju transportasi ramah lingkungan, moped listrik ringan menjadi pilihan yang semakin relevan. Terlebih, moped ini memiliki historis dengan kebutuhan pengendara modern.