Infrastruktur Siap, Pemulihan Jaringan di Aceh Tergantung PLN dan Menteri ESDM
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Jerry Mangasas Swandy, menegaskan bahwa pemulihan layanan internet di Aceh tergantung dengan ketersediaan pasokan listrik.
Menurutnya, meskipun ada infrastruktur telekomunikasi yang terdampak—termasuk fiber optik dan BTS—hal tersebut sudah teratasi, dan sudah dalam kondisi siap beroperasi kembali.
Ia menekankan bahwa persoalan utama saat ini bukan pada kesiapan jaringan telekomunikasi, melainkan ketergantungan pada pasokan listrik untuk menghidupkan BTS dan perangkat transmisi.
“Kebetulan interkoneksi BTS itu tergantung kekuatan (pasokan listrik). Saat ini kita kejar-kejaran. Karena saat ini PLN cuma punya negara, tidak ada punya swasta, dan ketika BTS-nya up, otomatis secara pipa, secara fiber optik, bisa terkoneksi,” kata Jerry di acara Perayaan Natal 2025 APJATEL pada Kamis, 11 Desember.
Menurutnya, seluruh asosiasi industri kini diarahkan untuk fokus mempercepat pemulihan di Aceh, sementara wilayah lain seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah jauh lebih stabil.
Baca juga:
- GSMA: Indonesia Harus Percepat Investasi Digital untuk Jadi Pemimpin Ekonomi Digital ASEAN
- Era Quantum Safe Sudah Dimulai, IBM: Organisasi Harus Bersiap Sekarang
- Komdigi Fokuskan Layanan Internet Gratis untuk Daerah Terisolasi Banjir
- Makan Korban Lagi, Starbase Milik SpaceX Diselidiki Badan Keselamatan Kerja AS
“Iya, kita menunggu arahan dari Pak Bahlil. Karena Pak Bahlil sebagai Menteri ESDM, tupoksinya di sana. Karena secara fiber optik kita siap,” tegas Jerry.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan bahwa pemulihan layanan telekomunikasi di Sumatera Barat sudah sekitar 99 persen, dan di Sumatera Utara sudah mencapai 98 persen.
Saat ini, pemerintah tengah menetapkan fokus pemulihan di wilayah Aceh. Karena, hingga saat ini, pemulihan konektivitas berbasis tower masih sekitar 40 persen.